Skandal Pelarian Buron Djoko Tjandra

KPK Diminta Telusuri Keterlibatan Oknum Imigrasi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 12 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menyelidiki ada tidaknya dugaan keterlibatan oknum Imigrasi dalam skandal pelarian buron kakap Djoko Tjandra.

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta, KPK hendaknya mendalami dan mempertanyakan kenapa penyidik Bareskrim Polri dan penyidik Kejagung belum mendalami dugaan peran oknum pada Ditjen Imigrasi dalam menerbitkan paspor Djoko Tjandra pada 23 Juni 2020.

"Sehingga penerbitan paspor Djoko Tjandra bermasalah. Penerbitan paspor tidak semata-mata oleh petugas pelayanan karena semestinya terdapat tahap wawancara dan semestinya terdapat otorisasi dari pejabat diatas petugas pelayanan," kata Koordinator MAKI Boyamin kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).

Boyamin menduga, dua minggu sebelumnya Kejagung telah berkirim surat kepada Ditjen Imigrasi untuk tetap dilakukan cekal terhadap Djoko Tjandra.

KPK kata Boyamin, juga harus mendalami aktifitas Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan mantan Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dalam rencana pengurusan fatwa hukum di Mahkamah Agung (MA). Diduga, keduanya sering menyebut istilah 'Bapakmu' dan 'Bapakku'.

"KPK hendaknya mendalami aktifitas PSM dan ADK dalam rencana pengurusan Fatwa dengan diduga sering menyebut istilah 'Bapakmu' dan 'Bapakku'," pinta Boyamin.

Selain itu, Boyamin mengharapkan KPK perlu mendalami berbagai inisial nama yang diduga sering disebut untuk pengurusan fatwa agar Djoko Tjandra tak dieksekusi oleh Kejagung dalam perkara hak tagih (cassie) Bank Bali. Inisial itu diantaranya T, DK, BR, HA dan SHD.

"KPK juga hendaknya mendalami peran Pinangki yang diduga pernah menyatakan kepada Anita intinya pada hari Rabu akan mengantar R menghadap pejabat tinggi di Kejagung," ucap Boyamin.

Dalam surat yang diberikan Boyamin kepada KPK, juga meminta mendalami peran Pinangki untuk melancarkan rencana transaksi perusahaan power plant dengan Djoko Tjandra yang diduga melibatkan orang inisial PG.

"Hingga saat ini belum didalami oleh Penyidik Pidsus Kejagung terkait inisial PG," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA