"The Power of Emak-emak"

Di Purwakarta, Pekarangan Jadi Sumber Pangan

IN
Oleh inilahcom
Senin 14 September 2020
share
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyambangi KWT Bina Lestari untuk meresmikan Hibar Eco Village - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Purwakarta - Istilah "The Power of Emak-emak" merujuk pada "kekuatan doa dan tekad seorang ibu". Emak-emak di Purwakarta membuktikan hal itu. Meski usia tak lagi muda, mereka mampu mengubah pekarangan dan lahan kosong menjadi sumber pangan. Menghasilkan uang atau produksinya dikonsumsi sendiri.

Mereka berhimpun pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Lestari di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Diketuai Eni Lestiorini, KWT Bina Lestari di Kampung Malangnegah Wetan RW 10, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta menciptakan lingkungan pemukiman lebih asri dan hijau.

Kerja keras tersebut mendorong Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyambangi KWT Bina Lestari untuk meresmikan Hibar Eco Village, Jumat pekan lalu (11/9/2020).

"Selama ini kita mendengar bahwa sayuran hanya tumbuh di dataran tinggi. Ternyata di Purwakarta yang udaranya cukup panas, sayuran seperti kol bisa tumbuh subur," kata Bupati Anne RM didampingi Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Agus Rahman.

Jenis tanaman yang dibudidayakan terdiri atas tanaman serelia, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat. Benih diperoleh secara swadaya dan dukungan pemerintah kabupaten (pemkab) dari dinas terkait dan pendampingan dari produsen benih tanaman sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo).

Bupati Anne mengakui bertani itu menarik, menyenangkan dan menghasilkan uang selain bermanfaat menjaga ekosistem. Bertani juga menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19 memanfaatkan waktu di rumah untuk bertani, sekaligus ketahanan pangan mandiri dari masyarakat.

Penyuluh pusat di Kementerian Pertanian, Yulia Tri Sedyowati mengatakan kiprah KWT Bina Lestari di Purwakarta sejalan dengan seruan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memanfaatkan pekarangan melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan.

"Guna mendukung hal itu, Mentan Syahrul mengharapkan dukungan pemerintah daerah, gubernur hingga tingkat desa, mendorong pemanfaatan pekarangan jadi sumber pangan keluarga," kata Yulia TS mengutip Mentan.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] mengamini pernyataan Mentan Syahrul bahwa kecukupan pangan dapat diraih dari pekarangan rumah.

"Bertani di pekarangan menghemat uang belanja. Bagus untuk kesehatan fisik. Tubuh disinari matahari pagi. Gerakan menanam mendorong keluarnya keringat yang sehat untuk tubuh menangkal virus Corona," kata Dedi Nursyamsi sebagaimana dikutip Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Menurutnya, kerja keras KWT Bina Lestari memberi contoh sekaligus kampanye bagi generasi milenial untuk bertani. "Sehat, menyenangkan dan menguntungkan." [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA