Said Didu : Berhenti Merokok Djarum Super

IN
Oleh inilahcom
Senin 14 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu tidak hanya mengkritisi bos Djarum Robert Budi Hartono, terkait penolakan terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Ibu Kota lewat sebuah surat.

Namun kali ini, Siad Didu mengaku berhenti merokok merk Djarum Super. Padahal dia mengklaim sudah puluhan tahun merokok Djarum Super.

"PENGUMUMAN : Demi duka cita saya para korban Covid-19, atas protes pemilik Jarum thdp kebijakan selamatkan nyawa rakyat Indonesia, setelah 35 tahun saya merokok DJARUM SUPER, saat ini saya nyatakan BERHENTI merokok DJARUM SUPER. Selamat tinggal," tulis akun Twitter @msaid_didu, dikutip Senin (14/9/2020).

Pada kesempatan yang sama, Said Didu juga mengunggah dalam media sosialnya sebuah foto di mana terliaht sejumlah bungkusan rokok Djarum Super dibuang ke tempat sampah.


Diketahui, sebelumnya, mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, menyoroti langkah bos Djarum Robert Budi Hartono menyikapi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Ibu Kota.

Terutama soal cara Budi Hartono dengan menulis surat lalu kemudian surat itu seolah dibocorkan oleh koleganya, sesama orang kaya.

"Gejala baru. Orang terkaya mengirim surat dan dibocorkan oleh orang kaya yg lain utk "atur kebijakan," tulis akun Twitter @msaid_didu, dikutip Minggu (13/9/2020).

Ia lalu menyindir Budi Hartono, semestinya mengirim sumbangan ke orang miskin daripada mengirim surat kepada penguasa guna mempengaruhi kebijakan.

"Kirian kirim sumbangan ke orang miskin - ternyata kirim surat," tulis dia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA