Korupsi Pasar Manggisan

Didesain Atasan Karyawan Dihukum Denda Rp 200 Juta

IN
Oleh inilahcom
Rabu 16 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jember - Maya Dwi Juliastrantri, istri M Fariz Nurhidayat, terpidana korupsi Pasar Manggisan, menilai vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa (15/9/2020), tidak adil.

Maya mempertanyakan vonis bebas untuk Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, Direktur PT Maksi Solusi Engineering, konsultan perencana Pasar Manggisan, yang juga atasan Fariz. Sementara Fariz divonis lima tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider dua bulan. Dia juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 90 juta.

"Itu sangat tidak adil, sangat tidak manusiawi. Saat pemeriksaan terdakwa sudah jelas bahwa Pak Dodik bilang PT Maksi itu miliknya. Sementara Mas Fariz karyawannya. Semua desain dari Pak Dodik. Ketika ada masalah, kenapa pimpinannya yang bebas. Padahal di mana-mana yang bertanggung jawab adalah direktur, bukan karyawan," kata Maya.

"Semua sudah jelas. Kenapa hasil vonisnya seperti ini? Tidak tahu saya, ada apa di balik semua ini kok sampai hasilnya seperti ini," kata Maya, terisak.

Saat vonis untuk Fariz dijatuhkan kemarin, Maya sedang berada di Kediri. "Saya kebetulan ada kepentingan. Mas Fariz ada di lapas. Kami semua syok. Saya mendapat kabar ini dari kuasa hukum," katanya.

Maya akan mengajukan banding untuk sang suami.
"Saya akan mencari keadilan seadil-adilnya. Saya akan berkoordinasi dengan kuasa hukum, karena ini sangat tidak adil. Tidak ada kerugian negara. Saksi ahli sudah mengatakan, bahwa kerugian murni dihitung dari hasil pengerjaan fisik, bukan dari perencanaan atau pengawasan," katanya. [beritajatim]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA