KPK: Penundaan Putusan Etik Karena Kesehatan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 17 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penundaan pembacaan putusan laporan dugaan pelanggaran kode etik Ketu KPK Firli Bahuri karena faktor kesehatan.

Pernyataan ini menanggapi Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menilai Dewan Pengawas KPK lambat dalam memutus dugaan gaya hidup mewah Firli Bahuri.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, faktor kesehatan dan keselamatan tentunya menjadi hal yang utama. Kita berharap yang terbaik, sehingga penundaan pembacaan putusan sidang pada 23 September 2020 dapat terlaksana sesuai rencana," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (16/9/2020).

Pembacaan putusan terhadap Firli dan Yudi seharusnya berlangsung pada Selasa (15/9/2020) kemarin. Namun, Dewan Pengawas KPK yang menangani dugaan pelanggaran etik terhadap keduanya harus menjalani tes swab, lantaran melakukan kontak dengan pegawai KPK yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ali memastikan, Dewas KPK telah bekerja dan merampungkan tugasnya terkait pemeriksaan etik dua terperiksa, yakni Firli Bahuri dan Yudi Purnomo. Hanya saja, pembacaan putusan sidang terpaksa ditunda.

"Karena alasan sebagaimana telah kami informasikan," cetus Ali.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan lambatnya pembacaan putusan pelanggaran kode etik terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Semestinya sejak beberapa waktu lalu, Dewan Pengawas sudah bisa memutuskan hal tersebut.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA