Pakar: Program Prabowo Tanam Singkong Bakal Gagal

IN
Oleh inilahcom
Kamis 17 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Gagasan Menteri Pertahanan Prabowo tentang program tanam singkong 60 ribu hektar untuk lumbung pangan, dikritisi. Program ini jangan hanya hangat di awal, namun mangkrak kemudian.

Dalam konferensi pers webinar Pataka 07 bertajuk Resesi Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Pangan Indonesia, Jakarta, Kamis (17/9/2020), Guru besar Fakultas Pertanian IPB, Prof Dwi Andreas Santosa mengatakan pesimis. "Saya sepakat, program itu akan anget di awal, mangkrak di akhir. Seperti program yang sudah-sudah. Saya bilang, program food estate tidak belajar dari sejarah. Jadi jangan heran kalau gagal lagi," ungkap Dwi Andreas.

Sementara, anggota Komisi IV DPR Mindo Sianipar mengaku masih belum paham dengan program tanam Singkon 60 ribu hektar yang digagas Menhan Prabowo.

Kata politisi senior PDI Perjuangan ini, merealisasikan program tnam singkong 60 ribu hektar, jelas tidak seperti membalik tangan. Banyak tantangannya, semisal, berapa lama tanaman, tenaga kerja serta lahan. "Saya pernah tanam singkong di Kalimantan Timur, namanya Singkong Gajah. Kemudian di Ponpes Al Hidayah, Lampung. Adapula di Nagkrek," paparnya.

Selanjutnya Mindo berbagi pengalaman ketika berkampanye sempat melombakan tanaman Singkong terbesar. Kala itu, pemenangnya adalah singkong seberat 37 kilogram. "Kalau sudah seberat itu, tidak bisa orang yang narik. Tetapi pakai mesin," ungkapnya.

Sejatinya, program yang digadang Prabowo ini, tak ubahnya program tanam Pohon Jarak untuk bahan baku biodiesel. Program ini muncul di era Presiden SBY bagian dari program ketahanan energi. Namun sayang, program ini tak berjalan mulus. Di tengah jalan program ini gagal total, petani pun banyak yang merasa tertipu. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA