Semua BPP di Ngawi Terhubung ke AWR

IN
Oleh inilahcom
Jumat 18 September 2020
share
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono (kanan) menerima kunjungan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (ke-2 kiri) didampingi Sesba PPSDMP Siti Munifah - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Ngawi - Semua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, telah terhubung ke pusat data pertanian, Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta.

Konektifitas semua BPP di Ngawi ke AWR Kementan diapresiasi oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi atas informasi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono yang ditemui di kantornya, Kamis (17/9/2020).

"BPP di Ngawi sudah 100% terhubung dengan AWR. Kita bisa melihat langsung petani dan penyuluh aktif dengan Kostratani. Kadis-nya pun sering ikut diskusi virtual Mentan Sapa Penyuluh dan Petani," kata Dedi Nursyamsi didampingi Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah.

Menurutnya, konektifitas ke AWR menunjukkan semua BPP di Ngawi telah menerapkan teknologi informasi (IT) sebagai 'pendekat jarak, penyingkat waktu' untuk komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi ke AWR di Jakarta maupun BPP lainnya di 34 provinsi.

"Bupati Ngawi luar biasa konsentrasinya buat pertanian. Produktivitas pertanian Ngawi termasuk tertinggi, meski lahan pertaniannya tidak terlalu luas, karena produksi dan IP (indeks pertanaman) tinggi," kata Dedi.

Dia mengharapkan BPP di Ngawi dapat menjadi model Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat provinsi maupun nasional. Hal itu disambut baik Bupati Budi Sulistyono bahwa pemerintah kabupaten (pemkab) akan mengoptimalkan fungsi BPP di Ngawi.

"Petani selalu mengikuti ucapan dan arahan penyuluh di lapangan. Memang di masa lalu, BPP atau penyuluh memiliki tempat tersendiri. Jadi jika Mentan Syahrul konsentrasi kembali mengangkat penyuluh, kita akan bantu mengoptimalkan," kata Bupati Budi Sulistyono.

Dia mengurai salah satu target Ngawi adalah membantu mewujudkan kedaulatan pangan, sekaligus menjadi target utama. Selain itu, Ngawi mendukung upaya pemerintah pusat untuk mencapai swasembada pangan.

"Ngawi juga sudah online dengan Kementan. Kita harap perkembangan Ngawi dipantau, kalau memang bagus mungkin kita bisa dapat reward," kata Bupati Ngawi.

Komitmen Pemkab Ngawi sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tentang pertanian nasional maju, mandiri dan modern harus memenuhi tuntutan era 4.0. Penyuluhan konvensional harus transformasi ke digitalisasi. BPP dituntut berperan selaku KostraTani untuk sinergi dengan AWR Kementan.

"Metode penyuluhan saatnya menerapkan digitalisasi agar lebih efisien dan menjangkau sasaran lebih luas dan lebih banyak," kata Mentan Syahrul kepada petani dan penyuluh yang ditemuinya dalam kunjungan kerja.

Guna mendukung hal itu, diperlukan penguatan dalam penyusunan dan produksi berbagai materi dan media penyuluhan pertanian dalam format digital. Dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi, lembaga penenelitian, pihak swasta maupun hasil penemuan petani spesifik lokalita. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA