Bupati Malang Janjikan Gaji Guru Honorer Rp2 Juta

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 19 September 2020
share
 

INILAHCOM, Malang - Untuk mengangkat hajat hidup para guru honorer, Bupati Malang Sanusi siap mewujudkan gaji pahlawan tanpa tanda jasa itu sebesar Rp2 juta per bulan pada tahun 2021 mendatang.

Janji itu disampaikan Bupati Malang dihadapan Tenanga Pendidik Kontrak (TPK) alias guru Honorer

Hal itu dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di lingkungan Pemkab Malang.

"Kalau saat ini gaji guru honorer dikeluhkan, karena nilainya masih kecil. Pada 2021 nanti Insyaallah kami (Pemkab Malang) upayakan untuk dinaikkan hingga Rp 2 juta," ungkap Sanusi usai membuka Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Kabupaten Malang, Sabtu (19/9/2020) di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Kebijakan itu, papar Sanusi, akan diberlakukan untuk semua tingkatan sekolah yang berada di bawah naungan Pemkab Malang.

"Semunya, baik SD maupun SMP, Negeri atau Swasta, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang gajinya akan kami tambah," tuturnya.

Hanya saja, kebijakan itu tidak berlaku untuk sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag Kabupaten Malang.

"Kalau madrasah kami belum bisa, karena itu berada di bawah naungan Kemenag, bukan Pemkab Malang," katanya.

Untuk diketahui, jumlah guru honorer di Kabupaten Malang, berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 4747 orang untuk Sekolah Dasar (SD), dan 1274 orang untuk guru SMP.

Sedangkan gaji yang diberikan bervariasi, sesuai kebijakan setiap sekolah masing, karena diambilkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 terkait teknis penggunaan bantuan operasional sekolah atau BOS.

Sebelumnya, dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2020 gaji guru honorer hanya bisa diambilkan 50% dari dana BOS reguler. Namun, dalam Pasal 9A ayat (2) aturan baru persentase tersebut tak berlaku lagi selama masa darurat kesehatan covid-19.

Menanggapi hal itu, Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto menambahkan akan mengawal wacana Bupati Malang tersebut.

"Kita tahu bahwa kesejahteraan guru memang masih kurang. Oleh karenanya nanti akan kita kawal dari sisi regulasinya," tegasnya.

Termasuk, lanjut Dwi juga terkait dengan kekurangan guru di Kabupaten Malang. Sekedar informasi, jumlah kekurangan guru di Kabupaten Malang kurang lebih sebanyak 6400.

"Ini juga yang menjadi PR kita (PGRI) ke depan," pungkasnya. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA