BUMN Kompak Bantu UMKM di Tengah Pandemi COVID-19

IN
Oleh inilahcom
Minggu 20 September 2020
share
 

INILACOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) tak segan merogoh kocek hingga lebih dari Rp22 miliar guna membantu UMKM di masa sulit, karena pandemi COVID-19.

Salah satu program itu adalah membantu permodalan agen atau penyalur gas. Sudah ada ribuan UMKM yang terbantu dari program ini. "BUMN di Indonesia dibentuk dengan lima tugas. Yang paling dominan adalah membantu dan memberdayakan UMKM agar tumbuh optimal, terlebih di saat pandemi Covid-19," kata VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman dalam acara yang digelar Ruang Energi di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Menurut dia, program ini selain membantu menjual produk juga menggerakan ekonomi daerah setempat. "Keberadaan UMKM ikut menggerakan ekomo daerah itu," kaka dia.

Menurut dia, saat ini sudah ada 4.000 lebih UMKM binaan pertamina. Bukan hanya itu, menurut Farjiah, Pertamina termasuk unit usaha di daerah juga membeli atau menadi offtaker aneka produk UMKM binaan. "Dengan begitu, roda usaha mereka tetap berjalan, dan likuiditas UMKM di daerah tetap normal dan bisa membuka lapangan kerja baru di daerah." papar Fajriyah.

Sementara, PT PLN membantu UMKM dengan melalui program PKBL atau CSR. Program tersebut tersebar di seuruh Indonesia, terutama di sekitar kantor atau unit usaha PLN. Bahkan sepanjang 2020 bantuan PLN untuk UMKM sudah mencapai Rp30,7 miliar. "Selain itu, PLN juga memberikan diskon tambahn daa sampai 75% atau pelanggan yang akan tamba daya hanya membayar 25% dari biaya normal," kata salah satu direksi PLN Syofvi.

Dalam kesempatan yang sama Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, disaat sulit seperti ini BUMN memang harus hadir membantu UMKM. Arya mengatakan pihaknya komit membantu UMKM. Bukan hanya membantu permodalan, termasuk memberikan relaksasi kredit, pemerintah melalui BUMN juga menjadi pembeli produk UMKM.

Selain itu, pihaknya juga terus mencarikan solusi untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya menggelar acara pameran virtual, sehingga produk UMKM Indonesia dikenal dunia.

"Saya hari ini habis dari luar kota, ada satu tempat di daerah tengah Indonesia. Saya bertemu dengan kawan pelaku pariwisata, yang selama ini mempunyai beberapa homestay, yang biasanya ditempati orang-orang bule (wisatawan asing) saat berkunjung ke Indonesia," kata Arya.

Menurut Arya, bisnis homestay kini masih cukup berat. Untuk mengharapkan wisatawan asing yang datang ke Indonesia, kemungkinan baru datang di kuartal ke empat tahun 2021. "Wisatawan baru datang pada Agustus dan September 2021. Mereka syok sekali, dan mereka bertanya kepada saya," kata dia lagi.

Kondisi real di lapangan sangat beragam, dan tak bisa diatasi secara mudah, Butuh kearifan lokal, sekaligus memanfaatkan kondisi yang ada di sekitarnya. Arya harus memutar otak untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah di lapangan. "Kami cari solusi untuk mereka. Kebetulan di sekitar tempat mereka ada proyek besar yang sedang dikerjakan oleh salah satu BUMN," aku dia.

"Lalu, ada teman-teman dari Bank BNI mereka memberikan bantuan alat untuk membuat batu bata. Dengan begitu, mereka akan bisa masukkan barang-barang seperti itu ke proyek ini. Kalau tidak, mereka tidak akan makan sampai tahun depan, ini kondisi real dihadapi oleh masyarakat yang kita lihat," sambung Arya.

Menurut Arya, banyak kasus dihadapi pelaku UMKM di lapangan saat ini. "Oleh karenanya, harus ada inovasi dari Pemerintah Daerah juga untuk membantu mereka karena kondisinya memang sangat beragam dan butuh dibantu," papar dia. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA