Selama Sepekan

Bea Cukai Banten Amankan 3,23 Juta Rokok Ilegal

IN
Oleh inilahcom
Minggu 20 September 2020
share
 

INILAHCOM, Tangerang Selatan Provinsi Banten menjadi perlintasan perdagangan antara Pulau Sumatera dan Pulu Jawa, termasuk pengangkutan rokok illegal. Dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal tersebut, Bea Cukai Kanwil Banten secara kontinyu terus melakukan operasi pengawasan.

Dalam seminggu terakhir ini, Bea Cukai Kanwil Banten melakukan dua penindakan beruntun dan berhasil menindak jutaan batang rokok ilegal. Minggu (13/9/20) Bea Cukai Kanwil Banten berhasil menggagalkan pengangkutan rokok ilegal di Rest Area Karang Tengah KM 13,5 tol Jakarta-Merak, Kec. Pinang, Kota Tangerang.

Penindakan ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan pengangkutan rokok illegal tersebut dari Madura tujuan Sumatera (Lampung dan Jambi). Menindaklanjuti informasi tersebut petugas Bea Cukai Kanwil Banten melakukan pemeriksaan atas sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel nopol B 9783 BXR di Rest Area Karang Tengah KM 13,5 tol Jakarta-Merak. Setelah pemeriksaan diketahui truk tersebut mengangkut rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai sebanyak 130 koli yang terdiri dari merk Djaran Goyang, Veloz Bold, Kiss Bold, Sakura, Jett Sejati, dan New FBR sejumlah 1.268.400 batang, dengan perkiraan nilai barang lebih dari 900 juta rupiah.

Selanjutnya pada Jumat (18/9/20) subuh di Rest Area KM 42,5 Tol Jakarta-Merak, Balaraja, Tangerang, Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Banten kembali mengungkap pengangkutan rokok illegal yang diangkut Truk Mitsubishi Colt Diesel nopol G 8039 E. Kali ini diketahui rokok tersebut ditujukan ke kota Padang.

Untuk mengelabui petugas, rokok illegal tersebut dikemas dalam kardus makanan berupa "Kerupuk Udang" dan pigura foto. Namun berkat kejelian petugas modus tersebut tetap dapat digagalkan.

Rokok yang ditindak sebanyak 245 koli SKM merk "OK BOLD" yang dilekati pita cukai bekas sejumlah total 1.960.000 batang. Nilai barang diperkirakan Rp1,4 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp925,25 juta.

Dari kedua penindakan tersebut sebanyak 3.228.400 batang rokok illegal berhasil diamankan petugas. Nilai barang keseluruhan diperkirakan Rp2,3 miliar dengan perkiraan kerugian negara sebesar Rp1,39 miliar.

Sebanyak tiga orang telah diperiksa petugas yakni Sdr. NUG, warga Karang Anyar, Sdr. SiS asal Batang, dan Sdr. Sug, asal Pekalongan. Ketiganya diperiksa untuk kepentingan penyelidikan guna pengembangan perkara. Para Pelaku diduga melanggar Pasal 54 dan/atau Pasal 55 huruf c, UU No. 39 tahun 2007 tentang Cukai dan terancam pidana paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, Aflah Fahrobi menyatakan, pengungkapan pengangkutan rokok illegal ini merupakan keberhasilan strategi pengawasan yang diterapkan oleh Kanwil Bea Cukai Banten dalam mengawasi pengangkutan rokok illegal yang melintas di wilayah Propinsi Banten.

Aflah menambahkan, keberhasilan penindakan ini tidak lepas dari peran serta dan dukungan informasi masyarakat yang diterima Bea dan Cukai. Ia melanjutkan bahwa meskipun di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid -19 ini, kegiatan pengawasan khususnya terhadap rokok illegal akan terus ditingkatkan guna menekan peredaran rokok illegal, demi Bea Cukai Makin Baik dan Indonesia Maju. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA