Buronan Kejagung 14 Tahun Korupsi Ditangkap

IN
Oleh inilahcom
Minggu 20 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI menangkap terpidana Suryadi Pangestu yang telah buron selama 14 tahun. Suryadi ditangkap di Tangerang terkait kasus korupsi tukar guling aset atau Ruislag Tanah Kas Desa (TKD) di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI, bekerja sama dengan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Bekasi, telah berhasil mengamankan tersangka tindak pidana korupsi, yang telah buron selama 14 tahun dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tahun 2014," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono, dalam keterangannya.

Suryadi Pangestu ditangkap tanpa perlawanan di Tangerang pada Kamis, tanggal 17 September 2020 kemarin pukul 19.30. Dia akan menjalani hukuman selama 5 tahun.

Hari mengatakan Suryadi dieksekusi terkait Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2050 K/Pid.Sus/2005 tanggal 25 Agustus 2006. Suryadi dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dijatuhi hukuman pidana 5 tahun, denda Rp 30 Juta Subsidiair 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp. 1.984.799.000 secara tanggung renteng dengan terpidana Rudi.

Hari mengatakan Suryadi merupakan terpidana dalam kasus korupsi Ruislag Tanah Kas Desa (TKD) Laban Sari. TKD Bojong Sari, TKD Tanjung Sari di Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi.

"Keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Bekasi kali ini, merupakan penangkapan buronan yang ke-76 di tahun 2020 dari semua buronan yang berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI dari berbagai wilayah baik sebagai Tersangka, Terdakwa, maupun sebagai Terpidana," kata Hari.

Diketahui program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia dan melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA