Pilkada Jangan Jadi Kambing Hitam Tekan Covid-19

IN
Oleh inilahcom
Senin 21 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pasca pendaftaran Paslon beberapa waktu lalu, tuntutan penundaan Pilkada Serentak 2020 makin kencang.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampow menekankan tuntutan penundaan Pilkada, tanpa melihat seberapa serius upaya dalam mengantisipasi dampaknya, terkesan terlalu pasrah dan ingin menghindar dari kenyataan.

"Tentu keselamatan rakyat penting sekali jadi perhatian. Bagi kami, itu harus jadi perhatian paling tinggi. Dan ini juga jadi fokus ketika, di bulan Juni lalu, mengambil keputusan sebagai bangsa untuk tetap melaksanakan Pilkada Serentak tahun ini," kata Jeirry, dalam keterangannya, Senin (21/9/2020).


Menurut dia, penundaan Pilkada boleh saja. Tapi melakukan itu tanpa melakukan evaluasi mendalam dan memetakan letak persoalannya, merupakan sikap dan tindakan yang terlalu terburu-buru.


"Tak tepat jika Pilkada dijadikan kambing hitam kegagalan kita dalam menangani penyebaran covid-19. Sebab, apa bedanya kumpulan orang yang setiap hari beraktifitas di pasar tanpa protokol Covid-19 yang ketat dengan kumpulan massa di Pilkada? Dalam kerangka penanganan Covid-19, mestinya sama saja. Tapi yang disalahkan adalah kumpulan massa dalam Pilkada. Yang di pasar dianggap ok saja, tak masalah," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA