Aceh Timur: IPDMIP Latih Pasutri Ketua Poktan

IN
Oleh inilahcom
Senin 21 September 2020
share
Peserta Pelatihan PLEK mematuhi Protokol Kesehatan utamanya mengenakan masker dan jaga jarak - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Aceh Timur - Sebanyak 20 pasangan suami istri (Pasutri) dari ketua kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Aceh Timur, Daerah Istimewa Aceh mengikuti Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) selama empat hari, 21 - 24 September 2020.

Kegiatan PLEK digelar Kementerian Pertanian bersama Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP).

Fasilitator pelatihan, District Project Implementation Unit (DPIU) IPDMIP di tingkat Kabupaten Aceh Timur, berlangsung di kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Birem Bayeun dan BPP Simpang Ulim.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan perhatian khusus kepada IPDMIP. Tujuan utamanya, meningkatkan ketahanan pangan, yang berawal dari kemampuan literasi dan akses keuangan bagi petani.

Edukasi yang diberikan khususnya akses produk dan layanan keuangan pertanian seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).

"Pemerintah mendorong dan membantu petani untuk meyakinkan lembaga perbankan bahwa menyalurkan kredit kepada petani tidak membuat mereka rugi," kata Mentan Syahrul.

Khusus AUTP, Mentan mengingatkan tentang pentingnya asuransi menjaga kepentingan petani, terutama untuk melindungi lahan dari bencana dan gagal panen. "Saat itulah asuransi akan muncul dan mengurangi beban petani dengan klaim asuransi."

Hal itu digarisbawahi Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi tentang peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, khususnya petani, karena berdampak langsung pada peningkatan produksi pangan.

Terlebih lagi, katanya, PLEK melakukan pendekatan keluarga sebagai tim. Tujuannya, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha tani.

"PLEK berupaya mengulas pengelolaan keuangan, kemudian akan diteruskan oleh para ketua Poktan dan penyuluh swadaya kepada petani, dengan cara yang mudah difahami," kata Dedi Nursyamsi.

Kepala Pusluhtan BPPSDMP, Leli Nuryati mengatakan PLEK IPDMIP diadakan di 27 kabupaten dari 11 provinsi, termasuk Kabupaten Bima di NTB. Setiap kabupaten melaksanakan pelatihan di 10 desa atau total 270 desa.

"Target peserta pelatihan 16 orang di tiap desa atau delapan RTT, terdiri atas suami dan istri. Total target pelatihan 4.320 RTT dari 2.160 ketua Poktan," katanya.

Rincian wilayah kerja IPDMIP 2020 pada 27 kabupaten di 11 provinsi adalah Aceh Timur, Bireun (Aceh); Asahan (Sumut); Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung (Sumbar); Empat Lawang, Musi Rawas (Sumsel); Mesuji, Pesawaran (Lampung); Pandeglang, Sukabumi, Garut, Kuningan (Jabar); Purworejo, Banjarnegara, Banyumas(Jateng); Ngawi, Tuban, Lumajang (Jatim); Kayong Utara, Tapin, Tanah Bumbu (Kalsel); Sidenreng Rappang, Wajo (Sulsel); Bima (NTB) dan Manggarai Barat (NTT).

Kegiatan PLEK memakai video tutorial sebagai bahan ajar serta format laporan keuangan bentuk tercetak. Tenaga pelatih adalah penyuluh atau staf lapangan IPDMIP yang telah mendapat pelatihan. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA