Mobil Lecet Atau Rusak, Ajukan Klaim Asuransi

IN
Oleh inilahcom
Minggu 20 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Bagi pemilik kendaraan roda empat perlu tahu serba-serbi mengenai asuransi mobil. Jangan hanya fokus kepada daftar rekanan bengkel, namun perlu tahu tata cara klaimnya.

Ruben Setiawan, Conten Manager Lifepal di Jakarta, berbagi ilmu agar klaim mobil yang lecet atau rusak, tidak ditolak perusahaan asuransi.

Pertama, kata Ruben, kontak pihak asuransi ketika mobil mengalami lecet. Selain itu, pemilik kendaraan bisa menghubungi pihak kepolisian apabila mobil mengalami lebih dari sekedar lecet bodi. Yang jelas, perusahaan asuransi penerbit polis asuransi mobil Anda harus jadi salah satu pihak pertama yang diberitahu," paparnya.

Kedua, lanjutnya, lampirkan foto kerusakan bagian mobil, agar klaim dipermudah. Fotonya harus ada karena memperlihatkan kondisi sebenarnya dari mobil yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan, apalagi jika sampai mengakibatkan kerusakan parah. "Lengkapi formulir pengajuan klaim dengan cermat," paparnya.

Dalam formulir, kata dia, ada pertanyaan yang menjelaskan bagaimana kerugian yang dialami pemegang polis. Ssahakan pengisian formulir dengan jelas dan sesuai fakta. Poin selanjutnya, lengkapi dokumen yang menjadi syarat yang diminta pihak asuransi sebagai syarat pengajuan klaim.

"Beberapa dokumen yang pada umumnya dimintakan adalah formulir klaim, salinan polis asuransi, fotokopi surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), dan surat keterangan dari kepolisian," terangnya.

Kata Ruben, informasikan dan ceritakan kronologi kejadian dengan jelas. Sampaikan informasi yang lengkap, termasuk kronologi runut mengenai penyebab terjadinya kerusakan pada mobil.

"Poin selanjutnya, manfaatkan jasa bengkel rekanan perusahaan asuransi. Jadi, jangan terburu-buru dengan membawa mobil ke bengkel terdekat atau bengkel yang sudah jadi langganan Anda," ungkapnya.

Lalu apa saja yang membuat asuransi ditolak? Kata Ruben begini. Apabila kerusakan mobil merupakan kerusakan yang terjadi sebelum pemiliknya memiliki polis asuransi.

"Maka jangan pernah berharap klaim Anda dikabulkan oleh pihak asuransi," ungkapnya.

Atau lanjutnya, polis lapse yakni penghentian penanggungan manfaat asuransi dari perusahaan asuransi. Hal ini terjadi akibat pembayaran premi dan biaya-biaya polis yang tidak dibayarkan sampai jatuh tempo, bahkan sampai melewati masa tenggang.

Ruben bilang, jenis kerusakan yang bisa diajukan sebagai klaim ke pihak asuransi, bukanlah sembarang kerusakan. Artinya, jika kerusakan atau bahkan lecet yang terjadi pada mobil diakibatkan ulah sendiri, seperti mengemudi ugal-ugalan atau melanggar lalu lintas, maka pengajuan klaim berpotensi ditolak.

Polis masih dalam masa tunggu, artinya sejak polis diterbitkan, ada masa tunggu sekitar satu bulan. Pada masa tunggu ini, nasabah asuransi mobil tidak dapat mengajukan klaim. Artinya, jika terjadi lecet atau rusak pada mobil, Anda terpaksa mengeluarkan biaya dari kocek sendiri untuk biaya perbaikan.

Dia bilang, mobil rusak karena kesengajaan. Selain kerusakan akibat ketidaksengajaan atau disebabkan oleh pihak lain, kerusakan juga dapat terjadi karena kesengajaan. Contoh kesengajaan adalah menabrakkan mobil ke mobil atau benda lain, memukul kendaraan agar rusak, dan nekat menerjang banjir hingga mobil alami kerusakan.

"Jika mobil Anda dilengkapi dengan aksesoris, ada baiknya Anda melaporkan perihal keberadaan aksesoris tersebut kepada pihak asuransi. Manfaatnya, apabila terjadi kerusakan pada aksesoris mobil, Anda dapat memperoleh manfaat. Demikian serba-serbi tips pengajuan klaim asuransi mobil yang harus diperhatikan. Dengan mengetahui hal-hal tersebut di atas, Anda dapat terhindar dari penolakan pengajuan klaim dari pihak asuransi," imbuhnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA