Sandi : Resesi Ekonomi Batu Ujian UMKM Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Selasa 22 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta Pengusaha papan atas, Sandiaga Salahudin Uno bilang, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air sedang digoncang resesi ekonomi dampak pandemi COVID-19.

Menurut Sandiaga, kerugian adalah salah satu hal yang tak bisa dihindari pelaku usaha saat pandemi global ini. Dihimbau agar pengusaha UMKM tetap bersemangat dan menjadikan krisis ini sebagai momentum menempa diri. Apalagi, kewirausahaan lahir dari berbagai upaya untuk bertahan dalam berbagai tekanan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Hal itu disampaikan Sandi saat menyemangati UMKM, bersama Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution; Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad; Kepala Riset Bursa Eefek Indonesia (BEI), Virdan Ilham dalam Dialog Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Riau, Selasa (22/9/2020).

Sandi menuturkan, hari ini, dokter, perawat dan tenaga medis, menjadi pahlawan dalam menghadapi pandemi. Maka, pelaku UMKM bisa menjadi pahlawan yang akan membangkitkan kembali roda perekonomian.

Dia menegaskan, UMKM merupakan sektor paling terdampak saat pandemi virus corona atau Covid-19. "Sebanyak 65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM, 99 persen lebih dari 60 persen GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM," tegasnya.

Dia menceritakan, ada pelaku UMKM yang mengaku omzetnya turun hingga 100 persen dalam dua minggu terakhir. Sehingga hal tersebut menunjukkan tekanan yang luar biasa bagi ekonomi kerakyatan tersebut.

Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Oleh karena itu, penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT ) harus segera disalurkan, dan itu akan mempercepat pemulihan dari dampak Covid-19. "Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM," ucapnya.

Dia pun meminta kepada pelaku usaha UMKM harus dapat beradaptasi kondisi saat ini. Sebab dari sejumlah prakiraan dampak dari penyebaran virus corona bagi sektor ini masih akan terasa hingga tiga bulan ke depan.

Sementara itu, Founder KAHMIPreneur Kamrussamad mengatakan, penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan skema pinjaman pemda dengan bunga 0%, merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan ekonomi daerah di tengah pandemi COVID-19.

Terlebih, kata dia, dana yang digelontorkan sebesar Rp11,5 triliun, dapat menggerakan sektor riil melalui program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan sektor riil.

Kamrussamad mengingatkan, dana tersebut harus disertai bunga yang rendah maksimal enam persen, skema dan persyaratan penyaluran disederhanakan, dan menjangkau pelaku usaha UMKM serta pelaku usaha baru bukan hanya pada nasabah lama. "Dengan penjaminan Askrindo dan Jamkrindo serta subsidi bunga/margin sesuai PMK 85, harusnya mampu membangkitkan sektor riil," tukasnya. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA