Tokoh Arbitrase Indonesia Husseyn Umar Wafat

IN
Oleh inilahcom
Selasa 22 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Dunia Arbitrase Indonesia berduka, pasalnya tokoh senior arbitrase yang juga Ketua Badan Arbitase Nasional Indonesia (BANI) Husseyn Umar tutup usia pada Senin (21/09/2020) pukul 22.33 WIB. Husseyn wafat usia 89 tahun di rumah sakit RS Pelni.

"Iya benar Pak Husseyn Umar sudah berpulang. Pemakaman akan dilangsungkan hari ini, setelah dhuzur di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat," papar Sekjen BANI Krisnawenda saat dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (22/09/2020).

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Komplek Deplu Duta No. Kav 301, Duta VII, Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Tangerang Selatan, Banten 15155 untuk selanjutnya dimakamkan di TPU Karet.

Meninggalnya Husseyn Umar karena sakit yang diderita dalam beberapa bulan terakhir.

"Sakitnya karena beliau sudah sepuh dan pada saat-saat terakhir karena faktor usia serta kondisi semakin memburuk, akhirnya beliau meninggal. Akhir-akhir ini, kabarnya memang hemoglobin rendah, dan kekurangan darah juga," ujar Wenda.

Pria kelahiran Medan, 21 Januari 1931 merupakan arbiter senior dunia dan dikenal penyair. Pada tahun 1960 Husseyn Umar pernah menjadi redaktur majalah Roman dan pengelola program Ruangan Mutu, Ilmu dan Seni di RRI.

"Karya pak Husseyn yang paling populer adalah lagu "Genderang Universitas Indonesia" yang merupakan mars Universitas Indonesia," ungkap Wenda.

Setelah lulus dari Fakultas Hukum UI pada 1957, Husseyn yang memiliki Kepakaran dalam hukum kelautan mengantarkannya menjadi pegawai negeri sipil dan menduduki 20 jabatan, baik di pemerintahan maupun di BUMN.

"Pak Husseyn pernah menjabat Asisten Utama Menteri Perhubungan Laut, Direktur Utama Perusahaan Maritim Negara, Direktur Utama PT PANN (Perusahaan Pembiyaan Perkapalan), dan Direktur Utama PT Pelni (perusahaan pelayaran)," tutur Wenda.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA