Aborsi 32.760 Janin Kelompok ini Dapat Uang Rp10 M

IN
Oleh inilahcom
Kamis 24 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Diduga kuat sebanyak 32.760 janin tewas akibat praktik klinik aborsi ilegal selama tiga tahun. Klinik ini, beralamat di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.


Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus menyampaikan, saat ini, penyidik masih mendalami pembukuan klinik ilegal tersebut. Tak menutup kemungkinan angka jumlah janin yang sudah diaborsi bisa bertambah.


"Karena ada bukti-bukti data yang mereka masukkan dalam daftar pembukuan," kata Yursi di Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020).

Yusri mengungkapkan, dalam sehari, klinik itu menggugurkan lima hingga enam janin. Janin-janin yang mereka gugurkan memiliki kriteria tersendiri.

"Untuk klinik aborsi dibatasi batas umur untuk janin tidak bisa melewati 14 minggu karena memang janin masih berbentuk gumpalan darah dan belum berbentuk bayi," kata Yusri.


Biaya per pasien berkisar Rp2,5 juta sampai Rp5 juta. Bahkan jika dihitung keuntungan didapat sudah mencapai Rp10,920 miliar. Adapun pembagian uang untuk dokter 40 persen, kemudian agen, dan ada untuk pegawainya dibayar Rp250.000 sehari.

Dalam kasus ini diamankan 10 tersangka, yakni pemilik klinik, dokter, tenaga medis, pekerja hingga pasien aborsi. Keuntungan yang didapat dibagi kepada semua yang terlibat.

Para pelaku dikenakan Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA