Sidang Kasus Sarang Walet Bergulir di PN Jakut

IN
Oleh inilahcom
Kamis 24 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Sidang perdana tentang perkara kasus sarang burung walet yang melibatkan PT Fortune Nestindo Sukses (FNS) bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Jakut), Rabu (23/9/2020).

Para Advokat Master Trust Law Firm menghadiri sidang pertama yang dihadiri kedua belah pihak di Ruang Kusuma Atmadja lantai 2, PN Jakarta Utara. Sidang dengan Nomor Register 458/Pdt.P/2020/PN Jkt.Utr itu yang dipimpin oleh Yang Mulia Tumpanuli Marbun dan dibuka dengan pembacaan permohonan oleh kuasa hukum pemohon Advokat Bryan Roberto Mahulae.

Bryan mengatakan, kliennya Pho Kiong telah menanamkan modal kurang lebih Rp9 Milyar untuk mendirikan PT Fortune Nestindo Sukses (FNS) namun tidak pernah mendapatkan Laporan keuangan tahunan sejak perusahaan berdiri.

"Ketika yang bersangkutan sudah mengajukan permintaan resmi secara tertulis, Direksi PT FNS tidak mengindahkan dan tidak memberikan laporan keuangan kepada klien kami," katanya usai persidangan.

Kecurigaan pun kemudian meningkat ketika Direksi menyampaikan undangan untuk mengadakan RUPS guna membahas keperluan penambahan setoran modal, dengan dalih untuk pengembangan pabrik.

Sementara, Advokat Alvin Lim yang tergabung dalam tim lawyer Master Trust Law Firm mengatakan, sangat janggal ketika direksi meminta para pemegang saham untuk suntik modal namun tidak mau memberikan laporan keuangan dan proyeksi.

"Untuk apa akan digunakan dan kemana modal-modal yang sebelumnya disetorkan oleh klien kami?" tanya Alvin.

Ia menjelaskan, UU No 40 tahun 2007 menyatakan bahwa kliennya selaku pemegang saham dan Komisaris berhak atas laporan keuangan apalagi selaku komisaris adalah pengawas direksi namun secara de Facto, klien kami kesulitan mengakses data-data keuangan perusahaan.

"Oleh karena itu diajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk meminta laporan keuangan Perusahaan, agar menjadi terang benderang kemana dan untuk apa uang modal setor dipergunakan sebagaimana diatur dalam pasal 236 UU Perseroan Terbatas," paparnya.

Advokat Natalia Rusli selaku Founder Master Trust Law Firm mengemukakan, Kantor Hukum miliknya itu menerima kuasa karena ada klien dan masyarakat mengadu adanya ketidakjelasan pengunaan uangnya yang menjadi modal Setor PT FNS.

"Oleh karena itu pihaknya mengajukan permohonan ke Pengadilan. Selanjutnya kami akan mengajukan upaya hukum lainnya baik Pidana maupun perdata atas ketidakjelasan kemana uang modal setor klien kami," ujarnya.

"Diduga uang yang disetorkan klien kami digelapkan atau digunakan tidak sebagaimana mestinya. Apabila benar, kenapa somasi kami yang meminta diberikan laporan keuangan Internal PT FNS tidak diberikan? Walaupun sudah kami minta tidak perlu yang audit bahkan interim perusahaan supaya klien kami tahu kemana uang modal setornya dipergunakan?" sambungnya.

Dengan tidak jelasnya keuangan dan tidak adanya laporan keuangan, ia menduga pelaporan pajak diduga tidak benar pula dan berpotensi merugikan negara.

"Atas dasar itu, kami akan meminta laporan keuangan perusahaan untuk ditelit dan menjadi dasar Langkah hukum kami selanjutnya," ujar Pendiri Master Trust Law Firm ini.

Selanjutnya Master Trust law Firm juga menghimbau masyarakat untuk berani melaporkan ke Lawfirm terdekat atau ke Master Trust Law Firm di Hotline 0818-899-800. Sidang dilanjutkan Rabu depan, tanggal 30 September 2020 dengan agenda sidang, jawaban dari Termohon dan Bukti Surat dari para pihak, tutup Advokat Bryan Roberto Mahulae.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA