Webinar Lazismu

Tingkatkan Edukasi dan Optimalkan Literasi Zakat

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 26 September 2020
share
 

Lembaga amil zakat, infaaq, dan shadaqah Muhammadyah (LAZISMU) bekerjasama dengan Badan Zakat Nasional (Baznas) menggelar webinar dengan tema "Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah dan Upaya Edukasi Zakat di Persyarikatan".

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya meningkatkan literasi zakat, khususnya bagi warga Muhammadiyah.

Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat menyampaikan, fenomena zakat di Indonesia memiliki potensi yang harus segera dimaksimalkan. Pengetahuan masyarakat tentang zakat sangat berpengaruh terhadap optimalisasi lembaga zakat agar dapat mendorong serta mengembangkan potensi zakat yang ada.

"Saat ini, zakat bukan hanya tuntutan kewajiban agama atau sekedar pemenuhan kebutuhan spiritual. Namun juga terkait dengan regulasi, pengelolaan, pemanfaatan, pengembangan, hingga peningkatan indeks pendidikan dan ekonomi masyarakat," kata Hilman dalam webinar, Sabtu (26/9/2020).

Sementara itu Hamim Ilyas, Ketua Dewan Syariah Lazismu Pusat mengatakan, indeks literasi zakat merupakan metode perhitungan tingkat pemahaman ilmu dan wawasan zakat masyarakat. Sayangnya, tingkat literasi zakat masyarakat masih rendah, lembaga dan SDM pengelola zakat kurang profesional, serta regulasi zakat yang masih bermasalah.

Abdul Aziz, Peneliti PUSKAS BAZNAS dalam kesempatan yang sama menuturkan, menurut hasil riset dari Bank Indonesia pada tahun 2018, terdapat tiga permasalahan utama yang menyebabkan pengumpulan zakat di Indonesia rendah.

Pertama, masalah sistem. Tidak adanya kebijakan dan dorongan dari pemerintah akan pentingnya zakat. Kedua, masalah internal. Masih banyak masyarakat yang kurang percaya dengan lembaga amil zakat karena kurangnya keterbukaan dan lain sebagainya. Ketiga, masalah eksternal. Literasi zakat masyarakat Indonesia masih terbilang rendah.

"Literasi zakat di kalangan anak muda masih tergolong sangat rendah. 60% masyarakat masih menunaikan zakat di luar lembaga zakat resmi," ujarnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA