Isu PKI, Gatot Nurmantyo Diminta Tak Bikin Gaduh

IN
Oleh inilahcom
Minggu 27 September 2020
share
 

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membuat pernyataan kontroversi soal bangkitnya PKI gaya baru setelah mendeklarasikan KAMI bersama sejumlah tokoh nasional.

Gatot sempat mengaku dipecat dari jabatan Panglima TNI karena mengizinkan menonton film G30S/PKI. Gatot Nurmantyo yang juga menjabat sebagai Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) juga membuat surat terbuka kepada Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) perihal isu tersebut.

Terkait isu kontroversial itu, pengacara sekaligus pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, sangat menyayangkan pernyataan Gatot Nurmantyo. Terlebih di saat kondisi negara yang sedang berusaha melawan pandemi COVID-19 saat ini.

"Ini adalah hal yang harus diberikan atensi, dan cari jalan keluarnya jangan malah membuat statement yang buat gaduh dan membingungkan di masyarakat," kata Togar Situmorang.

Sebagai pribadi, Togar Situmorang mengaku tidak sependapat dengan pernyataan Gatot yang justru memperkeruh suasana dan kondisi negara yang sedang prihatin saat ini.

"Saya pribadi sangat tidak setuju apabila ada warga negara yang begitu tendensius kepada Presiden atau pemerintah yang sah saat ini. Sebab hal itu adalah perbuatan yang tidak baik dan bila dia punya bukti cukup kuat serta saksi-saksi kenapa enggak langsung buat laporan polisi karena memang organisasi PKI sudah dilarang dan tidak mungkin ada, apalagi saat beliau dulu menjabat sebagai Panglima TNI," kata pria kelahiran Jakarta yang juga Calon Gubernur DKI 2022.

"Mari kita percayakan semua urusan dan permasalahan yang ada di negeri ini pada pemerintah. Dan kita selalu menjaga kondisi agar tetap kondusif. Pemerintah itu sedang fokus-fokusnya menghadapi gejolak masalah mengenai penanganan dan pemutusan rantai COVID-19," imbuhnya.

Lebih lanjut Togar mengajak masyarakat untuk menghindari hal-hal yang menimbulkan kegaduhan.

"Sebagai anak bangsa pada saat ini kita harus bersatu padu dan bisa mencari jalan keluar. Hindari kegaduhan, hindari pertikaian demi stabilitas politik, ekonomi, keamanan tetap terjaga selalu," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam surat terbuka yang disampaikan kepada Presiden Jokowi, Gatot menyampaikan bahwa bibit-bibit PKI (Partai Komunis Indonesia) kembali hidup bahkan sebagian sudah masuk dalam lingkungan eksekutif atau legislatif. Ia menegaskan hal itu sangat berbahaya bagi negara.

Gatot menyebut bahwa aktivitas PKI kali ini telah berkamuflase sehingga makin membuat situasi tidak kondusif. Oleh sebab itu dia meminta Presiden Jokowi menanggapi serius terhadap gejala, gelagat, dan fakta kebangkitan neo komunisme dan PKI gaya baru.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA