Sekolah Lapang

IPDMIP Dukung SDM Pertanian Simalungun

IN
Oleh inilahcom
Senin 28 September 2020
share
Rembug Tani bertujuan mengetahui kesiapan Poktan melaksanakan Sekolah Lapang, menampung aspirasi petani dan solusi masalah kelompok tani - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Sumatra Utara - Pembangunan pertanian Indonesia tidak lagi berkutat pada aspek budidaya dan produksi, juga SDM pertanian menjadi fokus perhatian Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) bersama Kementerian Pertanian.

Begitu pula petani di Kabupaten Simalungun berupaya mengembangkan diri menjadi petani maju, mandiri dan modern antara lain melalui sekolah lapang (SL) yang disokong IPDMIP yang dilakukan pada 74 kabupaten di 16 provinsi termasuk Simalungun.

Pandemi Covid-19 tak menghalangi tekad Kelompok Tani (Poktan) Parsambilan II Nagori di Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hantonduhan, Simalungun, menyiapkan kegiatan SL dalam waktu dekat, menyongsong Musim Tanam II pada Oktober - Maret (Okmar).

SL di Simalungun diawali Rembug Tani, Kamis (24/9) di rumah salah satu petani. Keterlibatan gender menjadi perhatian, dari 30 peserta, 10 di antaranya wanita.

Penyuluh Pusat di Kementan, Sri Wijiastuti selaku pembina penyuluhan pertanian Sumut mengatakan, kegiatan SL yang disokong program Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi (IPDMIP) bertujuan meningkatkan kemampuan petani melakukan budidaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan menaruh perhatian serius pada IPDMIP. Tujuannya, meningkatkan ketahanan pangan terutama pada pandemi Covid-19 dan kesejahteraan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan IPDMIP berupaya meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan. "Aspek terpenting pertanian adalah ketersediaan air. Produktivitas dan nilai pertanian akan ditingkatkan melalui irigasi berkelanjutan," katanya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Leli Nuryati mengatakan IPDMIP mencakup lahan pertanian 875.249 hektar atau meliputi 778 daerah irigasi dan jaringan irigasi yang direhabilitasi seluas 330.037 hektare.

"Rembug Tani, salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan rutin oleh Poktan maupun Gapoktan dalam menjalankan usahatani, yang difasilitasi penyuluh setempat," kata Sri Wijiastuti melalui keterangan tertulis dari Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Rembug Tani juga bertujuan mengetahui kesiapan Poktan melaksanakan SL, menampung aspirasi petani dan masalah kelompok serta penetuan lokasi pembelajaran kelompok (laboratorium lapangan/LL).

Laboratorium lapangan menjadi wadah pembelajaran petani menerapkan konsep usaha tani terpadu. Rencananya akan mendapat bantuan sarana produksi dari District Project Implementation Unit IPDMIP (DPIU) Simalungun, pada lahan seluas 0,1 hektar untuk LL.

Menurut Sri Wijiastuti, bantuan IPDMIP kepada Poktan untuk SL berupa penyediaan benih pokok berlabel ungu dari PPIU IPDMIP pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Pemprov Sumut.

Tentunya, peranan Pengawas Benih Tanaman (PBT) sangat penting untuk memberikan materi pembelajaran penangkaran dan pengawasan benih di lapangan untuk dijadikan benih bersertifikat bermutu dan bernilai jual tinggi. Harapannya, dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di lokasi IPDMIP.

"Petani di lokasi IPDMIP Simalungun diharapkan menjadi petani penangkar yang mampu memproduksi benih sebar berlabel biru untuk kebutuhan musim tanam pertama pada April hingga Sept 2021," katanya.

Hadir sejumlah pejabat dari Pemprov Sumut di antaranya Tenaga (PBT Antoni Nababan, Penyuluh Kabupaten Simalungun, Nurpede Sihombing, Penyuluh Kecamatan, Sando Sinaga; penyuluh pendamping Poktan Nagori Jawa Tongah II Sanni Evalina Silalahi; Konsultan IPDMIP Kabupaten, Muhammad Ridwan dan Kadar Situmorang selaku District Project Implementation Unit (DPIU) Simalungun. []

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA