Ukir Reputasi Raih BUMN Brand Award 2020 Iconomics

IN
Oleh inilahcom
Senin 28 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Reputasi moncer perusahaan tidak bisa dibangun dalam sekejap. Namun dipahat dengan waktu dan proses yang panjang. Namun, keruntuhan reputasi bisa dalam sekejap.

Oleh karena itu, perusahaan dan level pimpinan harus sangat memperhatikan aspek-aspek internal maupun eksternal yang bisa membahayakan reputasi perusahaan. Tak terkecuali perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki peran sebagai lembaga profit sekaligus memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendukung program-program pemerintah.

Apalagi pada masa pandemi Covid-19. Tentunya tantangannya akan semakin berat bagi BUMN. Dalam situasi saat ini, masing-masing BUMN tentunya akan mengelola reputasi dengan gayanya masing-masing. Termasuk membangun reputasinya di mata kaum milenial.

Iconomics melihat reputasi terutama pada masa pandemi dan pasca pandemi Covid-19 menjadi salah satu isu yang sangat penting. Oleh karena itu, dalam acara webinar yang dilanjutkan dengan virtual award mengusung tema "Corporate Reputation Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid-19" akan mengupas strategi para pembicara yang mewakili perusahaan dan industrinya dalam mempertahankan reputasi korporat di masa pandemi Covid-19 dan era kenormalan baru ini.

Dalam acara tersebut, Iconomics akan menghadirkan pembicara kunci Kepala Staf Kepresiden (KSP), Moeldoko; dan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Kabinet Pembangunan VII, Tanri Abeng. Ada pula pembicara-pembicara yang akan membedah strategi menjaga dan memperkuat reputasi perusahaan BUMN.

Dalam webinar tersebut akan menghadirkan sejumlah top leader perusahaan BUMN, seperti Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setaiputra; Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaludin; Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi.

Usai talkshow webinar, Iconomics melanjutkan acara BUMN Brand Award 2020 yang merupakan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan pelat merah alias BUMN. Apresiasi BUMN atau BUMN Brand Award 2020 ini, digelar Iconomics untuk kedua kalinya. Tahun pertama diselenggarakan pada 2019 dengan menghadirkan Sekretaris Kementerian BUMN yang menyampaikan insight-nya kepada seluruh pimpinan BUMN yang hadir saat itu.

Dalam BUMN Brand Award 2020, perusahaan-perusahaan BUMN akan dilihat dari 4 indikator. Ada indikator market dominance, brand strength, customer satisfaction dan social economy. Dalam market dominance yang akan dilihat adalah jumlah penggunaan produk dan jasa perusahaan BUMN yang disurvei.

Adapun brand strength menyangkut jumlah responden yang mengetahui keberadaan brand. Iconomics juga melihat aspek customer satisfaction yang dilihat dari penilaian responden terhadap kualitas layanan brand perusahaan-perusahaan BUMN. Aspek lainnya yang dilihat mengenai persepsi responden perusahaan BUMN dalam berkontribusi sosial dan ekonomi.

Menurut Research Director Iconomics, Alex Mulya, survei dilakukan kepada tiga segmen milenial. Ketiga segmen milenial tersebut meliputi early, mid-term dan late dengan mengelompokkan berdasarkan segmen pendapatan, yakni rendah, menengah dan atas.

Berikut sejumlah BUMN yang dinilai memliki reputasi positif dan mendapat BUMN Brand Award 2020 dari Icomomics. Yakni, PT Jasa Raharja; PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Persero); PT Taspen (Persero); PT Bank Mandiri (Persero) Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk; PT Kimia Farma Tbk; PT Bio Farma (Persero); PT Pindad (Persero).

Adapula PT Pegadaian (Persero); PT Permodalan Nasional Madani (Persero); PT Perusahaan Listrik Negara (Persero); PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk; PT Angkasa Pura I (Persero); PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk; PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel); PT Pupuk Indonesia (Persero); PT Kereta Api Indonesia (Persero); PT Garuda Indonesia Tbk.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA