Pasangan ZR Unggul di Pilkada Tanah Bumbu

IN
Oleh inilahcom
Senin 28 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar-Muhammad Rusli (Pasangan ZR) meraih suara terbanyak menjelang Pilkada 2020 kabupaten tersebut.

Pasangan ini unggul dari dua pasangan lawannya berdasarkan dua Lembaga survei nasional.

Hasil survei Charta Politika periode September 2020 menyebutkan, elektabilitas Pasangan ZR sebesar 42,9 persen atau unggul dari dua pasangan lainnya. Dimana elektabilitas Syafrudin H Maming (SHM) - M Alpiya Rahman (MAR) hanya 22,5 persen. Kemudian Mila Karmila - Zainal Arifin hanya 5,6 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu pada polling itu, 29,0 persen.

Keunggulan Pasangan ZR ini, dikuatkan Lembaga Survei Indikator. Berdasarkan survei lembaga ini, Pasangan ZR meraih suara sebesar 59,8 persen. Berikutnya SHM - MAR 20,1 persen dan Mila Karmila - Zainal Arifin 1,5 persen. Sedangkan responden tidak tahu atau tidak menjawab 18,5 persen.

Masih berdasarkan survei Indikator, sebanyak 58,9 responden menyatakan kecil kemungkinan mengubah pilihan mereka tersebut. Sedangkan 11,9 persen responden menyatakan sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihan itu.

Sementara responden yang masih besar kemungkinan mengubah pilihannya 6,2 persen. Sedangkan yang cukup besar kemungkinan mengubahnya sebesar 13,5 persen. Dalam survei kemantapan memilih ini, 9,6 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

Berdasarkan hasil survei kedua lembaga tersebut, Wakil Ketua Eksekutif Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Tanah Bumbu, Muhammad Akram Sadli, mempertanyakan hasil survei yang dirilis tim pasangan SHM - MAR.

Survei tersebut menyebutkan Pasangan ZR Nomor Urut 3, suaranya hanya 10,9 persen. Padahal Zairullah adalah Bupati Tanah Bumbu pertama dan tokoh masyarakat serta tokoh pemekaran Tanah Bumbu.

Sementara SHM - MAR diprediksi meraih suara 85,8 persen. Padahal keduanya tidak pernah duduk di kursi kepala daerah dan hanya mengandalkan pengaruh Mardani H. Maming.

"Jika merilis survei atau polling, cobalah untuk menunjukkan objektifitas. Tidak memunculkan data yang aneh-aneh, yang tujuannya hanya untuk mempengaruhi calon pemilih," ujar Akram, Minggu (27/09).

Akram menduga, survei dari SHM - MAR tidak merata, hanya dilakukan di basis suara SHM - MAR. "Saya yakin, hari ini masyarakat sudah bisa menganalisa data. Mana data yang valid dan yang tidak valid," tegas Akram.

Meski unggul berdasarkan survei dua lembaga ini, namun Zairullah Azhar tak lantas jumawa. Menurutnya, survei hal yang biasa dalam dunia politik, khususnya menjelang pilkada.

"Saya tidak bilang ada survei yang tidak benar. Tapi saya yakin, masyarakat bisa menilai sendiri. Tapi kalau saya, tidak ingin mengawali sesuatu dengan hal yang tidak benar," ujar Zairullah. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA