Korupsi RTH Bandung, Ada Bankir HSBC Diperiksa KPK

IN
Oleh inilahcom
Kamis 01 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pada Selasa (29/9/2020), KPK memeriksa empat saksi dugaan korupsi RTH Kota Bandung. Ternyata, salah satunya adalah petinggi HSBC. Ada keterlibatan bankir dalam kasusnya?

Seperti disampaikan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri beberapa waktu lalu, KPK mengagendakan pemeriksaan empat saksi terkait perkara korupsi
pengadaan tanah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemkot Bandung Tahun 2012 dan 2013.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan pengusaha Dadang Suganda (DS) sebagai tersangka. "Memang dijadwalkan pemeriksaan terhadap empat orang saksi untuk tersangka DS (Dadang Suganda/wiraswasta)," ucap Ali Fikri, Selasa (29/9/2020).

Empat saksi yang dimaksud adalah pensiunan karyawan BUMN Nanang Rachmat, karyawan HSBC Riko Aditya, ibu rumah tangga Elly Harimurtini, dan mantan Kepala Seksi Sertifikasi dan Dokumentasi di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Bandung Hermawan.

Menariknya, empat orang yang diperiksa ini salah satunya adalah bankir. Berdasarkan laman HSBC.co tanggal 17 Agustus 2020, Riko Adythia tercatat sebagai salah satu direktur. Dengan kata lain, Riko masuk jajaran Board of Directors (BOD)

Masih kata Ali Fikri, pemanggilan empat saksi ini, cukup penting. Untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Dadang, Informasi saja, Dadang diumumkan sebagai tersangka pada 21 November 2019.

Dalam proses pengadaan tanah terkait RTH tersebut, Pemkot Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah, namun diduga menggunakan makelar, yaitu Anggota DPRD Kota Bandung periode 20092014 Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Proses pengadaan dengan perantara Dadang dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi. Di mana, Edi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung. Edi Siswadi memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung saat itu Herry Nurhayat untuk membantu Dadang Suganda dalam proses pengadaan tanah tersebut.

Dadang kemudian melakukan pembelian tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat. Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp43,65 miliar pada Dadang. Namun, Dadang hanya memberikan Rp13,5 miliar pada pemilik tanah.

Diduga Dadang Suganda diperkaya sekitar Rp30 miliar. Sebagian dari uang tersebut, sekitar Rp10 miliar diberikan pada Edi Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam perkara bansos di Pengadilan Negeri Kota Bandung. Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik tersangka Dadang. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA