Disuspend BEI, Kreditur Setuju Proposal Damai ARMY

IN
Oleh inilahcom
Kamis 01 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) yang terafiliasi Benny Tjokro (Bentjok) memasuki babak akhir.

Di mana, seluruh kreditor sepakat dengan proposal kerja sama yang diajukan debitur di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020). "Seluruh kreditur menyepakati proposal perdamaian yang disampaikan oleh debitur dengan skema restrukturisasi," kata Daniel Eriksson, Pengurus Armidian Karyatama, melalui keterangan pers di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut, Daniel menerangkan, skema restrukturisasi ini nantinya kreditor akan dibayar sampai dengan masa Kerja Sama Operasi (KSO) antara debitur dengan PT Citra Benua Persada. "Kepada bank dilakukan restrukturisasi kredit yang dibayar proporsional selama masa berlakunya KSO, serta kepada para pemegang MTN dibayarkan melalui cash funds, PPJB atas rumah sebagai jaminan dan debt to equity swap," terang Daniel.

Sementara, salah satu kuasa hukum kreditor dari Bank Woori Bersaudara, Mirza Julianda mengaku tidak mempermasalahkan hasil sidang Rabu (30/9/2020). Alasanya, rencana perdamaian yang disetujui seluruh kreditur karena sumber pembayaran yang cukup meyakinkan. "ARMY mengajukan rencana perdamaian yang disetujui seluruh kreditur dengan sumber pembayaran yang dapat diyakini oleh seluruh kreditur," ujar Mirza.

"Proposal yang diajukan oleh Army terkait mekanisme penyelesaian kepada para kreditur dan mekanisme itu dapat diterima secara rasional oleh seluruh kreditur, makanya seluruh kreditur sepakat untuk melakukan perjanjian perdamaian," imbuh Mirza.

Sebelumnya, perusahan berkode saham ARMY itu, telah disuspensi selama enam bulan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak Juli 2020. Masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 2021. Bila melewati 24 bulan, otoritas bursa berhak mencoret ARMY dari lantai bursa. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA