Bawaslu Sumenep Temukan 1.600 Data Bermasalah

IN
Oleh inilahcom
Kamis 01 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Sumenep - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep menemukan 1.627 data pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep 2020 diduga bermasalah.

"Ada beberapa macam temuan kami tentang data pemilih yang bermasalah. Terbanyak adalah potensi data ganda, baik ganda NIK, nama, maupun tanggal lahir," kata Komisioner Bawaslu Sumenep, Imam Syafii, Kamis (01/10/2020).

Ia menjelaskan, setelah DPS diumumkan ke publik dengan pengumuman yang ditempel di balai desa dan tempat-tempat strategis lain, Bawaslu melakukan pencermatan untuk memastikan validitas data pemilih.

Hasilnya, NKK tidak sesuai dengan kode Jatim sebanyak 55, NKK dan NIK tidak sesuai dengan kode wilayah Jatim 20, NKK bukan wilayah Sumenep 24 , NKK invalid 75, NIK invalid 92, potensi ganda 3 elemen 1.361. Sehingga total sebanyak 1.627 pemilih.

"Untuk NKK dan NIK invalid, kemudian potensi pemilih ganda, itu terjadi hampir di semua kecamatan. Untuk yang NKK dan NIK tidak sesuai dengan kode Jatim, terjadi di kecamatan tertentu seperti Sapeken, Batuan, serta beberapa kecamatan lain," terang Imam.

Ia menambahkan, temuan-temuan hasil pencermatan itu akan ditindak lanjuti dengan menyampaikan saran perbaikan ke KPU Kabupaten Sumenep. "Sesuai tahapan, rekapitulasi DPS hasil perbaikan menjadi DPT dijadwalkan tanggal 9-16 Oktober," ujarnya.

Pilkada Sumenep 2020 diiikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni Ach. Fauzi -Dewi Khalifah (Fauzi-Eva) dan Fattah Jasin-KH Ali Fikri (Gus Acink-Mas Kiai). [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA