PB PMII Sindir KAMI : Deklarasi Pasti Ditolak

IN
Oleh inilahcom
Kamis 01 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pengurus Besar Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) merespon tudingan pemimpin Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang telah menuduh PMII melakukan demo atas peristiwa Deklarasi yang dilakukan KAMI di Depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (07/09).

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo juga disebut menuduh PMII mendemo acara KAMI karena sedang mencari uang untuk melanjutkan hidup keluarga. Maka dari itu, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang menganggap tuduhan tersebut tidak mendasar. Ia mengaku akan menempuh upaya jalur hukum.

"Kita tidak akan ragu-ragu untuk menempuh upaya hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan Gatot. Karena, pernyataan Gatot telah merendahkan nama baik organisasi PMII," ucap Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2020).

Agus menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak melakukan penolakan apapun terhadap aksi KAMI. Lagi pula, ia menyebut aksi KAMI juga akan ditolak jika tetap digelar.

"Bagi PB PMII pada prinsipnya tidak perlu konsolidasi untuk penolakan KAMI. Sebab, KAMI akan tertolak dengan sendirinya," jelasnya.

KAMI, menurut Agus membuat gagasan yang sulit diterima masyarakat sehingga aksi KAMI pun sontak bakal ditolak masyarakat. Apalagi, KAMI juga membawa bawa isu PKI.

"KAMI tertolak di daerah-daerah karena tidak membawa gagasan baru dan solusi untuk bangsa, yang dibawa hanya memori masa lalu soal PKI. Selain itu, statement Gatot mengenai seseorang yang melakukan upaya pencabutan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia adalah PKI, itu sama saja mengatakan bahwa Gus Dur adalah PKI. Sedangkan, PMII meyakini upaya Gus Dur tidak lebih dari ikhtiar untuk rekonsiliasi anak bangsa agar sama-sama fokus dan berkontribusi untuk Indonesia," terangnya.

Meski begitu Agus mengingatkan KAMI yang dipimpin mantan Panglima TNI itu untuk melakukan gerakan yang mengarah positif. Menurutnya, Indonesia butuh dorongan untuk penanganan COVID-19.

"Baiknya gatot melakukan gerakan positif untuk penanganan covid 19 dengan membantu masyarakat yang lebih kongkrit dan berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui aksi-aksi nyata. Bukan konsolidasi mengumpulkan massa dengan menciptakan kerumunan orang untuk memenuhi ambisi politiknya sendiri seakan tidak peduli kesusahan rakyat," sambung dia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA