Ulah Satu Akun Medsos, Keder NU Geruduk Polres ini

IN
Oleh inilahcom
Senin 05 Oktober 2020
share
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Pamekasan - Kader Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan bersama santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah setempat, memberikan deadline 324 jam alias tiga hari kepada Polres setempat, untuk mengungkap dan menangkap pemilik akun media sosial (medsos) Muhammad Izzul.

Hal tersebut disampaikan saat menggelar aksi unjukrasa ke Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Minggu (4/10/2020) kemarin. Khususnya dalam rangka mendesak aparat kepolisian mengungkap dan menangkap pemilik akun medsos yang memposting status ujaran kebencian yang ditujukan kepada Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim.

Terlebih massa peserta aksi menilai jika aparat kepolisan relatif mudah mengungkap identitas pemilik akun di jejaring medsos. Utamanya seiring dengan keberadaan tim cyber di instansi korp baju cokelat yang bertugas memantau aktivitas dunia maya.

"Polisi mempunyai perangkat, anggaran dan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk mengungkap dan menangkap pemilik akun Muhammad Izzul. Dari itu kami mendesak agar dalam waktu sesingkat-singkatnya segera ditangkap dan diproses secara hukum," kata salah satu orator aksi, Taufiqurrahman.

Bahkan orator aksi lainnya, Mukhlis juga memberikan deadline waktu kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap dan menangkap pemilik akun medsos dalam rentang waktu tiga hari. "Aksi ini sebagai bentuk dukungan kami kepada kiai kami, sekaligus meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pemilik akun facebook Muhammad Izzul yang telah menghina kiai kami," pintanya.


"Jika dalam waktu 324 jam kapolres tidak menangkap pemilik akun Facebook yang bernama Muhammad Izzul, kami akan kembali drngan masaa yang kebih besar," tegasnya.

Sementara Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar menyampaikan sudah melakukan berbagai langkah yang dibutuhkan untuk menuntaskan persoalan yang menjadi tuntutan massa. "Saat ini kami sudah membentuk dan menerjunkan tim dalam upaya menangani persoalan ini, termasuk melaporkan ke Kapolda Jawa Timur," ungkapnya.

"Dari itu kami meminta semua pihak agar bersabar dan menunggu proses yang sudah kami lakukan dalam rangka menuntaskan persoalan ini, kami akan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat," pungkasnya. [beritajatim]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA