Di Tengah Pandemi Kekeringan Hantui Bojonegoro

IN
Oleh inilahcom
Jumat 09 Oktober 2020
share
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Nadif Ulfia - (Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Bojonegoro - Meski sudah memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan atau pancaroba, namun kasus kekeringan masih terjadi di Bojonegoro. Sehingga, pendistribusian air bersih masih terus dilakukan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, saat ini kekeringan masih terjadi di beberapa wilayah di Bojonegoro. Sedikitnya ada 28 desa di 14 kecamatan yang terdampak kekeringan. Jumlah tersebut, menurutnya lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlah air bersih yang didistribusikan data terakhir sebanyak kurang lebih 298 rit. Setiap kali pendistribusian sebanyak 5000 liter. Biasanya satu sampai dua rit setiap kali mendistribusikan air bersih," ujar Nadif, Jumat (9/10/2020).

Pemkab Bojonegoro melalui BPBD ditahun 2020 ini menyiapkan kurang lebih 1000 tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter dalam setiap pengiriman. Sebelumnya, BPBD juga mendistribusikan 36 buah tandon air untuk 36 desa terdampak kekeringan, dengan sistem pinjam pakai.

"Tandon ini diharapkan akan membantu saat drooping air bersih. Pihaknya berharap agar setiap desa terdampak kekeringan untuk membuat laporan kepada BPBD untuk mekanisme pengiriman air bersih," jelasnya.

Nadif Ulfia mengatakan, pada saat musim pancaroba masyarakat diimbau untuk lebih waspada karena berpotensi terjadi angin kencang disertai hujan deras dan petir. Sesuai prakiraan cuaca dari BMKG, pada September sudah masuk pancaroba, dan Oktober mulai memasuki puncaknya.

Selama pancaroba ini, seluruh kecamatan yang ada di Bojonegoro berpotensi terjadi bencana angin kencang dan ancaman petir. Sehingga, masyarakat diimbau agar lebih waspada jika terjadi hujan dengan potensi angin dan petir.

"Masyarakat harus waspada angin kencang biasnya sore hari. Bagi yang sedang berkendara, sebaiknya berteduh dulu ketempat yang aman," imbuhnya.

Kasus pertama yang menandai mulai pancaroba seperti di Desa Kabunan hingga Margomulyo Kecamatan Balen. Sedikitnya 12 pohon penghijauan di jalan jurusan Bojonegoro Babat tumbang diterpa angin kencang yang disertai hujan deras sekitar pukul 16.45 WIB, (26/9/2020). [beritajatim]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA