Demo Tolak UU Ciptaker Ricuh, PMII Kecam Polisi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 10 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendorong Polri untuk bertanggung jawab kepada salah satu kadernya Kabupaten Bekasi bernama Nasrul Firmansyah yang mengalami luka saat mengikuti aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja pada 8/10/2020 kemarin.

Seperti diketahui, Nasrul Firmansyah salah satu kader PB PMII dari Universitas Pelita Bangsa Bekasi mengalami luka saat mengikuti demo tersebut. Ketum PB PMII Agus Mulyono Herlambang menyebut kondiilsi Nasrul mengalami luka yang cukup berat.

"Tindakan yang dilakukan kader PMII yang tengah melakukan aksi menyuarakan aspirasinya di tanggapi dengan sikap represif oleh aparat kepolisian, sehingga terdapat beberapa kader PMII yang mengalami luka-luka cukup berat. Salah satunya, kader PMII kabupaten Bekasi yang mengalami luka cukup serius hingga saat ini masih dirawat dirumah sakit bekasi," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2020).

Agus yang sudah menjenguk kondisi Nasrul meminta Polri untuk bertanggung jawab atas tindakan represif terhadap kadernya. Agus mengecam tindakan dari aparat kepolisian.

"Kami atas nama organisasi PMII, mengecam aparat kepolisian yang menganiaya kader PMII saat menyuarakan aspirasinya. Terlebih saat ini, kader kami, sahabat Nasrul Firmansyah masih dirawat dirumah sakit," tegas Agus.

"Seharusnya pihak kepolisian tidak perlu melakukan hal ini kepada kader kami. Kami sangat menyayangkan sikap yang dilakukan aparat kepolisian," sambung dia.

Agus juga mengimbau kepada seluruh kader PMII se-Indonesia yang tengah menyuarakan aspirasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja untuk tetap melakukan aksi dengan tertib dan damai.

"Diharapkan kader PMII Se-Indonesia melakukan aksi dengan tertib dan damai serta tetap jaga diri dan kesehatan saat melakukan aksi," ucap Agus.

Tidak hanya itu, Agus juga menyoroti soal pernyataan Menteri Perekonomian Airlangga Hertarto, yang mengatakan aksi protes tolak UU Cipta Kerja yang dilakukan oleh mahasiswa ditunggangi kelompok tertentu.

"Ini tentu, sikap politik yang buruk dari pejabat yang tidak lagi memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat. Kami PB PMII mengecam pernyataan Airlangga tersebut," tandasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA