Alasan Anies Kembali Terapkan PSBB Transisi

IN
Oleh inilahcom
Senin 12 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan, menyampaikan alasan pertimbangan Anies mengendurkan kebijakan rem darurat.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi kembali diterapkan di Jakarta mulai berlaku hari ini, Senin (12/10/2020) hingga (25/10/2020. Bila ada peningkatan akan diperpanjang lagi hingga 8 November 2020.

Menurut Anies, ada pelandaian kasus sejak PSBB ketat kembali diberlakukan pada 14 September 2020 lalu. Kemudian dalam tujuh hari terakhir terdapat penurunan kasus positif harian.

"Pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi efektif virusnya (Rt)," kata Anies.

Ia lalu mengutip data yang disusun Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Di dalamnya dijelaskan bahwa nilai Rt di Jakarta saat ini berkurang menjadi 1,07. Artinya, saat ini 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya.

Anies menambahkan, fasilitas kesehatan di Jakarta mulai kembali memadai. Saat ini tercatat ada 98 rumah sakit rujukan di Jakarta untuk menangani pasien covid-19.

Dari jumlah tersebut, tercatat ada 5.719 tempat tidur isolasi dan 766 tempat tidur ICU di RS rujukan tersebut. Kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan pun mulai memadai.

"Saat ini daya tampung rumah sakit kembali cukup memadai dibandingkan kondisi saat keputusan menarik rem darurat," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA