KPK Periksa Sekda Kabupaten Bogor

IN
Oleh inilahcom
Senin 12 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, Burhanudin, Senin (12/10/2020).

Burhanudin bakal diperiksa terkait kasus dugaan korupsi berupa pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi yang menjerat mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin.

"Yang bersangkutan (Burhanudin) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RY (Rahmat Yasin)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi. Pemeriksaan ini dilakukan penyidik dalam kapasitas Burhanudin selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor periode 2009-2014.

Tak hanya Burhanudin, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa lima saksi lainnya, yakni Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Estantoni Kasno, Kasubag Keuangan Bappeda Kabupaten Bogor Sonny Dirgantara, Kasubag Keuangan BPBD Kabupaten Bogor Syarif Hidayat.

Kemudian, wiraswasta atau pengelola pesantren H.M.N Lesmana dan Muhammad Suhendra dari unsur swasta. Kelima saksi itu juga diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Rahmat Yasin.

Diketahui, KPK kembali menjerat Rahmat Yasin sebagai tersangka atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni kasus dugaan pemotongan uang dan penerima gratifikasi.

Rahmat Yasin yang baru bebas pada pertengahan tahun lalu diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar sekitar Rp 8,93 miliar yang yang dipergunakan untuk biaya operasional selaku Bupati Bogor saat itu.

Selain itu, uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Sementara untuk kasus kedua, Rahmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dari seseorang untuk memuluskan perizinan pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri.

Tak hanya itu, KPK juga menduga Rahmat Yasin menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire. Mobil senilai sekitar Rp 825 juta itu diterima Rahmat Yasin dari seorang pengusaha rekanan Pemkab Bogor.

Pada November 2014, Rahmat Yasin diketahui divonis bersalah dan dihukum 5 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 300 juta atas perkara suap izin alih fungsi lahan hutan yang dikelola PT Bukit Jonggol Asri.

Dalam perkara tersebut, Rahmat Yasin terbukti menerima suap sekitar Rp 4,5 miliar dari Kwee Cahyadi Kumala selaku Komisaris Utama PT Jonggol Asri dan Presiden Direktur PT Sentul City. Setelah menjalani masa hukuman, Rahmat Yasin bebas pada pertengahan tahun lalu.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA