Cegah Aksi Vandalisme, Lebih Baik Ajukan Gugat

WN
Oleh Willi Nafie
Senin 12 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Perempuan Milenial untuk Indonesia (PERMUI) Nadia Yulianda Putri menilai ada efek yang ditimbulkan dari demo Omnibus Law akhir-akhir ini. Selain hoax, kata dia, adalah aksi vandalisme yang berujung pada perusukan fasilitas umum hingga kendaraan milik anggota Kepolisian.

"Harus ditindak secara tegas para pelaku tidak hanya dilapangan, tapi juga orator provokasi dan dugaan sponsor dibelakangnya. Jika tidak, mereka berpikir apa yang mereka lakukan adalah benar dan wajar," tegas Nadia, Senin (12/10/2020).

Menurut dia, disaat bangsa menghadapi pandemi covid-19 didepan mata, masih ada saja kelompok politik yang berusaha menumpang perhatian dengan mencari keuntungan dibalik aksi Omnibus Law yang berujung anarkis tersebut. Harusnya, kata Nadia, jika tidak setuju dengan Omnibus Law, maka silahkan gugat sesuai konstitusi bukan dengan demo dan rusuh serta provokasi rakyat kecil.

"Semua elemen masyarakat khususnya para buruh yang tidak puas dengan sejumlah pasal dalam UU Omnibus Law, maka jalan yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan uji materi di MK. Itu baru pintar dan bijak," ucap Nadia lagi.

Nadia berharap dengan pengajuan gugatan ke MK itu akan terciptanya situasi tanah air bisa kondusif tanpa adanya campur tangan para pelaku anarkis saat demo Omnibus Law tersebut. Terlebih, dalam kasus kerusuhan demo Omnibus Law di berbagai daerah banyak pendemo yang sudah menjadi tersangka karena terbukti melakukan aksi perusakan, pelemparan dan pembakaran.

"Kepada para pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan SMK yang tidak tahu apa-apa mengenai Omnibus Law jangan sampai terprovokasi lagi oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Jangan bikin rusuh apalagi ditengah pandemi covid-19. Sadarlah kawan kalian sedang ditunggangi," pungkasnya.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA