Agar Mulus Masuk Indonesia

Djoko Tjandra Juga Dibuatkan Surat Bebas Covid

IN
Oleh inilahcom
Selasa 13 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Selain menggunakan surat jalan palsu, Djoko Tjandra juga diurusi surat keterangan pemeriksaan covid-19 untuk masuk ke Indonesia.

Dokumen-dokumen tersebut didapatkan Djoko Tjandra atas bantuan Brigjen Prasetijo Utomo.

"Bahwa guna melengkapi surat jalan tersebut dan dengan adanya pandemi covid-19, diperlukan Surat Keterangan Pemeriksaan covid-19, maka saksi Brigjen Prasetijo Utomo memerintahkan saksi Sri Rejeki Ivana Yuliawati melalui saksi Etty Wachyuni untuk membuat Surat Keterangan Pemeriksaan covid-19 yang ditandatangani dr Hambek Tanuhita," kata jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10/2020).

Mulanya, Djoko hendak ke Indonesia guna mengurus keperluan pengajuan peninjauan kembali (PK). Djoko kemudian dibantu Penasihat Hukumnya yakni Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, untuk mencari cara masuk ke Indonesia, kemudian dia dibantu Brigjen Prasetijo yang saat itu menjabat Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Rencananya, Djoko hendak masuk ke Indonesia melalui Bandara Supadio, Pontianak, kemudian menuju Jakarta. Meski Djoko Tjandra sudah mengantongi surat jalan tapi dibutuhkan surat lain karena dalam masa pandemi covid-19.

Surat keterangan itu, ungkap Jaksa, dibuat untuk 4 orang, di antaranya untuk Brigjen Prasetijo, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan seorang polisi bernama Jhony Andrijanto.

Surat-surat tersebut rencananya digunakan untuk keperluan Brigjen Prasetijo dan Anita menjemput Djoko Tjandra di Bandara Supadio.

Anita, Prasetijo dan Jhony kemudian bertemu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk bertolak ke Pontianak. Tapi saat di sana ternyata diperlukan surat rekomendasi kesehatan juga, sehingga Brigjen Prasetijo kembali memerintahkan anak buahnya membuatkan surat yang diperlukan.

"Bahwa surat keterangan pemeriksaan covid-19 dan juga surat rekomendasi kesehatan baik atas nama saksi Anita Dewi A Kolopaking ataupun atas nama terdakwa Joko Soegiarto Tjandra yang ditandatangani oleh dr Hambek Tanuhita juga merupakan surat keterangan yang tidak benar karena substansi surat tersebut bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya," kata jaksa.

Pada persidangan ini, Djoko Tjandra duduk sebagai terdakwa, Sementara Anita dan Brigjen Prasetijo juga duduk sebagai terdakwa namun persidangan ketiganya dilaksanakan secara terpisah. Mereka dihadirkan secara virtual.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA