Veronica Klaim Setiap Hari Dapat Pesan Tak Senonoh
INILAHCOM, Jakarta - Aktivis Papua Veronica Koman, dalam laman akun Twitter menyampaikan, seumur hidupnya, ia hanya sekali mendapat pesan tidak senonoh di media sosialnya dari lelaki asal Papua.
Namun sang lelaki yang tidak disebutkan namanya itu, meminta maaf dan menyampaikan bahwa akun media sosialnya dibajak lalu akunnya ditutup.
"Sedangkan kalo pesan tak senonoh dari lelaki Indon rata-rata ada 5 dalam sehari kayaknya. This is all about respect ya," tulis akun Twitter @VeronicaKoman, dikutip Kamis (15/10/2020).
Netizen lalu beramai-ramai mengomentari kicauan Veronica, ada yang beranggapan kicauan ini bernada rasis. Berikut komentar warganet;
@rahmatsorani : Ya sebenernya penyataan anda ini ya termasuk rasis juga. Mungkin Ga rasis terhadap ras melanesia/papua, tapi rasis terhadap ras melayu/kulit putih indon. Jadi ini perjuangan atau hanya sekadar dendam?
Dua Warga Dianiaya OTK Satu Tewas di Papua
Gempa Bumi Guncang Papua
@RendyHukum : Jangan Indon Dong mba
@IFanbaee_ : Pesan yang tidak senonoh macam apakah itu ?
Diketahui, Veronica Koman adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia asal Indonesia yang dikenal akan advokasinya untuk isu-isu pelanggaran HAM di Papua.
Ia pun ditetapkan sebagai tersangka kasus provokasi dan penyebaran berita bohong tentang Papua. Akibat kasus tersebut Veronica Koman, resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jatim. DPO dikeluarkan setelah aktivis HAM itu dua kali mangkir panggilan pemeriksaan polisi. Hingga saat ini ia masih berada di luar negeri.
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA

Performa Ekspor Suzuki Meningkat di Awal 2021
ototekno 26 Feb 2021 01:01

Pegadaian Ajak Masyarakat Mulai Investasi Emas
news 25 Feb 2021 23:01

Kapolda Metro : Mohon maaf yang setinggi-tinginya
news 25 Feb 2021 23:00

Sarana Pendukung Dipasok ke Wilayah Rawan Banjir
news 25 Feb 2021 22:36

Dor! Pelaku Curanmor Tewas Tertembak di Bandung
news 25 Feb 2021 22:15

Pegadaian Ajak Masyarakat Investasi Emas
news 25 Feb 2021 22:00