Pimpinan KPK Minta Mobil Dinas Tuai Kritik

IN
Oleh inilahcom
Kamis 15 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Satu lagi bahan kritik kepemimpinan KPK mencuat ke publik. Usulan pengadaan mobil dinas pimpinan KPK menuai kontra.

Indonesian Corruption Watch (ICW) menganggap usulan mobil dinas pimpinan KPK melanggar aspek kesederhaan yang jadi intregitas KPK.

"Namun, seiring berjalannya waktu, nilai itu semakin pudar. Terutama di era kepemimpinan Firli Bahuri," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam rilisnya, Kamis (15/10/2020).

ICW mencatat setidaknya terdapat dua momen yang menunjukkan keserakahan dari Pimpinan KPK. Pertama, saat tetap melanjutkan pembahasan kenaikan gaji Pimpinan KPK. Kedua, ketika mengusulkan anggaran untuk membeli mobil dinas seharga Rp 1 miliar.

"Akan tetapi praktik hedonisme semacam ini tidak lagi mengagetkan. Sebab, Ketua KPK nya saja, Firli Bahuri, telah menunjukkan hal serupa saat menggunakan moda transportasi mewah helikopter beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Sebagai Pimpinan lembaga anti korupsi, semestinya mereka memahami dan peka bahwa Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19 yang telah memporak porandakan ekonomi masyarakat. Sehingga tidak etis jika malah meminta anggaran untuk pembelian mobil dinas seharga miliaran tersebut.

"Di luar dari itu, sampai saat ini tidak ada prestasi mencolok yang diperlihatkan oleh KPK, baik Pimpinan maupun Dewan Pengawas itu sendiri. Harusnya, penambahan fasilitas dapat diikuti dengan performa kerja yang maksimal," bebernya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA