Dituntut Seumur Hidup Penjara

Benny Tjokro Bakal Beberkan Sumber Kerugian Negara

IN
Oleh inilahcom
Jumat 16 Oktober 2020
share
 

INLAHCOM, Jakarta - Terdakwa Benny Tjokro tak bisa menutupi kekecewaannya mendengar tuntutan seumur hidup dari jaksa penuntut umum dalam sidang tuntutan perkara Jiwasraya, Kamis (15/10/2020) malam.

Lewat penasihat hukumnya, Komisaris PT Hanson International Tbk itu menganggap tuntutan seumur hidup jaksa sama sekali tak berdasar.

"Betul kerugian jiwasraya itu betul ada. tapi fakta persidangan tidak kesitu larinya. Barang ini ada valuasi yang dikatakan bahwa harga. Tapikan jaksa penuntut umum harus menentukan berapa kerugian negara akibat rekayasa harga. Ga mungkin pasar modal itu dibikin rekayasa harga," kata Penasihat Hukum Heru Hidayat, Bob Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selain itu, Bob Hasan menilai sejak awal kliennya sudah merasakan ketidakadilan karena emiten-emiten lain tidak pernah dipanggil apalagi diperiksa oleh Kejagung.

"Siapapun insan pasar modal tahu bahwa bitek roda punya Benny Tjokro. benny hanya punya MYREX. Kalau persidangan ini sehat, emiten-emiten periksa dong. Ko Benny Tjokro aja yang dipanggil," keluhnya.

Meski punya MYREX, Bob mengingatkan tak bisa Benny Tjokro menggendalikannya. Sebab ada lebih dari 5000 pemegang saham, termasuk Jiwasraya didalamnya.

"Yang bisa dikendalikan oleh Benny Tjokro hanya nomine-nomine saja," tegasnya.

Oleh sebab itu, Bob Hasan akan menjawab semua poin tuntutan jaksa dan berjanji akan meyakinkan majelis hakim bahwa kliennya hanyalah korban.

"Pledoi nanti kami akan buka bahwa kerugian negara betul terjadi, bagimana cara kerugian negara itu terjadi kami akan buka semuanya. Kita akan buka dengan biro administrasi efek. Saya pelajari kasus ini dari nol, selah-selahnya saya pelajari," tandasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA