Lazismu Salurkan Dana Zakat Senilai Rp800 Juta

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 17 Oktober 2020
share
 

Lazismu, lembaga filantropi yang bergerak di bidang penghimpunan dana zakat, infaq, sedekah serta dana kedermawanan lainnya turut andil dalam menyukseskan program pendidikan.

Salah satunya dengan menjalankan rekomendasi Muktamar Muhammadiyah pada poin membangun masyarakat ilmu. Serta melaksanakan Quality Education, salah satu dari 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs).

Selain itu, salah satu keseriusan Lazismu dalam mendukung ketercapaian indikator-indikator tersebut, yaitu dengan menyalurkan sebagian dana penghimpunan kepada sektor pendidikan.

Adapun, sejumlah program yang selama ini dijalankan oleh Lazismu, diantaranya Save Our School (SOS), Bhakti Guru, dan Program Beasiswa.

Sementara, dalam penghimpunannya, Lazismu, tidak sendiri. Tetapi, melibatkan donatur yang ikut concern melalui program pendidikan. Salah satunya PT. Paragon Technology and Innovation, yang memproduksi produk kosmetik brand Wardah.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief menjelaskan, Lazismu telah lama menjadi mitra strategis dalam penyaluran. Baik dana CSR atau dana zakat. Pihaknya mengakui, beberapa tahun terakhir, Lazismu telah bermitra dengan Wardah.

"Kami hormat dan berterima kasih kepada PT Paragon Technology and Innovation, atau Wardah, karena sudah mempercayai Lazismu sebagai salah satu mitra strategisnya dalam penyaluran dana CSR maupun zakat," kata Hilman, dalam diskusi virtual, baru-baru ini

Hilman menambahkan, program kerjasama dengan Wardah tersebut telah dilakukan dengan menyentuh berbagai sektor. Mulai dari pemberdayaan perempuan, ekonomi keluarga, layanan kesehatan dan hingga pendidikan.

"Seperti melalui program yang khusus untuk penguatan sanitasi. Ya, di sekolah-sekolah atau pemberian beasiswa dan kepedulian kepada para guru honorer," ujar Hilman.

Sementara itu, penyaluran program ini berbentuk Beasiswa untuk 350 Orang. Baik di wilayah 3T, atau siswa dengan kategori tidak mampu.

"Serta pemberian Santunan untuk 250 Guru Honorer yang terdampak Covid-19 di lima provinsi di Indonesia," katanya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA