Bea Cukai dan TNI Tangkap Warga PNG Masuk Ilegal

IN
Oleh inilahcom
Selasa 20 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jayapura - Bea Cukai Jayapura bersama TNI AL berhasil mengamankan sembilan warga Papua New Guinea (PNG) yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal. Dari penindakan yang dilakukan pada Senin (12/10/2020) tersebut juga berhasil diamankan empat buah speed boat, buah pinang, dan bahan bakar minyak yang dibawa masuk ke Indonesia tanpa dokumen kepabeanan.

Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simorangkir mengungkapkan kronologi penindakan tersebut. "Petugas mendapatkan informasi bahwa ada beberapa warga PNG yang melintas batas ke kampung Nelayan Hanurata dengan membawa muatan berupa buah pinang. Dari pengamanan di wilayah tersebut didapati empat buah speed boat serta sembilan orang warga PNG yang membawa enam karung buah pinang dengan berat masing-masing 25 Kg yang akan dijual di Jayapura, serta 38 jeriken berisi BBM," ungkap Albert.

Petugas kemudian membawa sembilan warga PNG tersebut ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, sementara barang bukti lainnya diamankan oleh Satrol Lantamal X Jayapura.

Dalam konferensi pers yang diadakan bersama dengan Komandan Lantamal X Jayapura, Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, Albert menambahkan, untuk kesekian kalinya Bea Cukai Jayapura bekerja sama dengan pihak Lantamal X dan Satrol Lantamal X dalam menindak barang ilegal. "Pada bulan Januari lalu juga telah dilakukan penangkapan terhadap tiga tas vanilli seberat 46,4 Kg, dan enam kantong plastik ganja seberat 332,2 gram di perairan Pantai Jayapura."

Albert berharap agar sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik antar instansi terkait di wilayah Kota Jayapura dalam memperketat pengamanan dan penegakan hukum di Jayapura dapat terjalin semakin baik. [*]

[17:11, 10/20/2020] Eryawan marketing: Ke 2 :

Bea Cukai dan Polairud Patroli Jaga Kedaulatan

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai upaya meningkatkanpengawasan dalam mengamankan wilayah perairan laut Indonesia, Bea Cukai bersama Baharkam Polri melaksanakan patroli laut. Hal ini juga sebagai tindak lanjut Perjanjian Bea Cukai dengan Baharkam Polri dalam peningkatan sinergi tugas di lapangan.

Bea Cukai Batam, pada Senin (19/10/2020), melaksanakan Apel Pembuka Sinergi Operasi Patroli Laut Bea Cukai bersama Polairud Polda Kepulauan Riau pada di Pelabuhan Sandar Pangkalan Sarana Operasi Bea CukaiBatam.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pengawasan dalam mencegah penyelundupan di Pesisir Timur Sumatera. "Tujuan operasi patroli laut ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat umum dan pengusaha jasa pelayaran dan menekan pemasukan barang ilegal sehingga mampu menciptakan situasi kondusif terhadap industri dalam negeri dan kedaulatan negara," jelas Susila.

Menurut Susila, penyelundupan melalui Pesisir Timur Sumatera saat ini masih menjadi salah satu permasalahan nasional dan merupakan ancaman serius terutama di sektor perekonomian, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangannya harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan.

Selain itu, Bea Cukai juga akan melakukan penindakan terhadap kegiatan Ship to Ship yang dilakukan di luar area yang telah ditentukan dan kegiatan pemasukan barang secara ilegal melalui Landing Spot/Entry Point di daerah Pesisir Timur Sumatera.

Susila menambahkan, dalam sinergi operasi patroli laut ini diperlukan adanya langkah-langkah strategis sebagai upaya untuk menentukan target dan tercapainya tujuan dari kegiatan ini. "Patroli harus dilakukan berdasarkan targeting dan survailance yang baik serta pertukaran data antara Bea Cukai dan Polairud. Maka dari itu kita harus terus semangat dan menjaga komitmen dalam melaksanakan tugas ini," ungkap Susila.

Serupa dengan kegiatan Bea Cukai Batam, Bea Cukai Meulaboh bersama Sat Polairud Polres Aceh Barat, pada Kamis (15/10) lalu, juga melaksanakan patroli laut bersama perdana di perairan Aceh Barat. Dipimpin oleh Kasat Polair Polres Aceh Barat Iptu TN. Samosir, tim gabungan melakukan pemeriksaan beberapa kapal yang beroperasi di perairan Aceh Barat.

Kepala Kantor Bea Cukai Meulaboh, Muhammad Alim Fanani, menjelaskan tujuan kegiatan patroli bersama yaitu untuk memastikan kapal yang melintasi perairan Indonesia dilengkapi dokumen sah untuk berlayar dan tiap awak buah kapal (ABK) harus mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. "Kami juga melakukan edukasi dan sosialisasi agar ABK tidak membawa barang-barang ilegal," ungkap Alim.

Alim berharap kegiatan patroli laut bersama ini dapat meningkatkan sinergitas antara personil Bea Cukai Meulaboh dan Satpolair Polres Aceh Barat dalam kegiatan penegakan hukum di Perairan Aceh Barat. "Kerjasama yang baik antar instansi akan memudahkan dan melancarkan pelaksanaan tugas pengawasan demi mewujudkan peran perlindungan masyarakat," pungkasnya. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA