Penuh Gejolak, Presiden Perlu Ganti Pembantunya

IN
Oleh inilahcom
Selasa 20 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT), yang juga relawan Joko Widodo (Jokowi), medorong Presiden Jokowi, mengambil langkah-langkah pembenahan terhadap segala kekurangannya selama satu tahun terakhir ini.

Pembenahan ini penting dilakukan Jokowi untuk memastikan apa yang hendak menjadi warisan-nya sebagai negarawan. Sekaligus agar Presiden tidak "tersandera" oleh kepentingan elektoral kekuatan elit politik yang ada di sekitarnya menuju Pilpres dan Pileg 2024.

"Selama setahun terakhir ini komunikasi politik nampak terlihat menjadi salah satu titik terlemah pemerintah. Komunikator pemerintah gagal dan nampak kedodoran meluruskan informasi dan misinformasi di ranah publik yang begitu masif," kata Ketua Umum ALMISBAT, Hendrik Dikson Sirait, Selasa (20/10/2020).


Hendrik berujar, pihaknya juga merekomendasi agar Presiden fokus pada penanganan pandemi Covid 19 dan pemulihan ekonomi dalam jangka pendek, serta pada beberapa program strategis yang dapat dijadikan legacy dalam konteks perubahan yang lebih luas di Indonesia pasca 2024, sebagaimana yang tertuang dalam kampanye Pilpres 2019 dan di dalam Nawacita sebelumnya.

"Merekomendasi agar Presiden menempatkan atau dibantu oleh orang-orang yang tepat pada empat tahun sisa pemerintahannya hingga 2024. Karena itu, Presiden sebaiknya segera mengganti para pembantunya yang terbukti tidak bisa mendukung gerak, langgam dan gaya Presiden terutama yang terkait dengan urusan komunikasi politik/publik," tandasnya.


"Demikian catatan sekaligus evaluasi satu tahun pemerintahan Jokowi dan Ma' ruf Amin. Catatan ini di maksudkan sebagai masukan kritis sebagai bagiian dari loyalitas dan upaya Almisbat menjaga pemerintahan Jokowi -Ma'ruf Amin," lanjutnya.


Meski demikian, ALMISBAT, kata Hendrik mengapresiasi beberapa capaian strategis selama lima tahun terakhir, seperti pengembangan konektifitas melalui pembagunan infrasruktur serta maritim, reformasi agraria melalui program Perhutanan Sosial, reformasi di bidang energi dan green economy.

"Capaian strategis itu menunjukkan bahwa Presiden konsisten dengan kebijakan yang ada, serta memposisikan diri sebagai bagian dari proses lintasan historis (historical trajectory) di negeri ini," tuturnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA