Panglima Dayak Geram dengan Pemprov Kalteng

IN
Oleh inilahcom
Rabu 21 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pemimpin Pasukan Besar Setanah Dayak, Pangalangok Jilah, berang kepada petahana calon Gubenur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran karena dinilai tidak menjaga ekosistem alam dan tidak menjaga adat sendiri.

Ia mengaku sangat kecewa karena selaku pemimpin daerah harusnya Sugianto melindungi ekosistem alam di Kalteng. "Saya kecewa terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang terlalu pro dengan orang berduit, tidak menjaga ekosistem alam, tidak menjaga adat itu sendiri. Malah mereka memorak-porandakan hutan," tuturnya.

Pangalangok Jilah sangat geram dengan tindak tanduk Sugianto Sabran, bahkan sampai-sampai ia ingin melaporkan Sugianto Sabran ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

"Ini kalau saya mau laporkan ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), habis sudah mereka itu," ujar Pangalangok Jilah.

Pangalangok Jilah menceritakan terkait kasus ketua Adat Laman Kinipan. Menurut Panglangok Jilah pemerintah Kalteng sengaja abai terhadap kasus tanah adat Kinipan.

"Kasus ini sudah lama. Ada permasalahan sangat besar antara masyarakat adat dan PT Sawit Mandiri Lestari yang dibiarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa ia sebagai panglima Dayak merasa terpanggil untuk melindungi dan mempertahankan hutan Kalteng, termasuk Hutan Adat Kinipan.

"Ini tanggung jawab saya sebagai panglima Dayak atau Pangalangok Jilah untuk mempertahankan hutan itu. Semua harus terjaga, alam harus seimbang," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa ia lahir dan hidup hutan olehsebab itu ia sangat menghormati hutan meski hanya satu pohon saja, namun ada pihak-pihak yang semena-mena menebang hutan tanpa menghormatinya.

"Saya lahir di hutan dan hidup di hutan, saya enggak bisa sembarangan menebang. Satu pohon saja harus saya hormati, tapi orang datang main tebang saja. Mereka menghantam hutan menggunakan alat, habis semua hutan," tuturnya. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA