Alvin Lim Menang Perkara Sarang Burung Walet

Sekelompok 'Batman' Geruduk PN Jakarta Utara

HK
Oleh Happy Karundeng
Rabu 21 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Advokat Alvin Lim, kembali memenangin perkara yang dimejahijaukan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Gugatan pemeriksaan yang diajukannya terkait perkara burung walet, dikabulkan oleh hakim Pengadilan.

Tetapi, ada hal tak biasa dan menarik di balik kemenangan itu. Yakni aksi 'batman' di depan pintu gerbang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020). Sekitar 9 orang mendatangi pengadilan dengan mengenakan jubah hitam ala pangeran super dari salah satu komik ternama Amerika itu, sambil berjoget ria dan menari-nari di depan PN Jakarta Utara.

Aksi tak biasa penampakan manusia super hero atau manusia pahlawan 'Batman' ini tentu saja menarik perhatian banyak orang. Ada apa gerangan?

Advokat Natalia Rusli sekaligus founder Master Trust Lawfirm, kepada wartawan menyebut aksi itu sebagai sindirian dan ungkapan ekspresi untuk merayakan kemenangan Putusan Perkara No 445/PDT G/2020 PN JktUt pemohon gugatan terhadap pabrik sarang burung walet PT Fortune Nestindo Sukses (FNS).

"Di awal sidang jawaban kuasa hukum termohon, Suhadi, SH meminta agar Majelis Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH jangan sampai terkena 'jebakan batmen' dari pihak Pemohon yang meminta laporan keuangan," ujar Natalia, menyebut ide munculnya gagasan tersebut berawal.

Pengacara Suhadi menganggap bahwa permohonan yang diajukan di PN Jakarta Utara adalah 'jebakan batmen' dari para kuasa hukum pemohon.

Menambahkan Natalia Rusli, advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP menjelaskan kedatangan para 'batman' adalah karena permintaan "jebakan batman" diterima atau dikabulkan oleh Hakim yang mengadili perkara tersebut.

Alvin mengatakan Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH telah menengakkan keadilan dengan dikabulkannya permohonan permintaan laporan keuangan yang diajukan oleh kliennga. "Karena perbuatan PT FNS yang tidak mau membuat dan memberikan Laporan Keuangan adalah perbuatan melawan hukum, khususnya pasal 100 UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,'' kata Alvin.

Alvin beralasan mengapa gugatannya dikabulkan lantaran hakim tidak mau ikut serta apalagi melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran hukum. "Tentunya sebagai aparat oenegak hukum, hakim wajib meluruskan sesuatu yang salah. Tindakan hakim sudah tepat dan berani dan tegas, walaupun yang dikalahkan adalah perusahaan sarang burung walet besar," paparnya.

Advokat Bryan Roberto Mahulae, SH, MH(c), CLA juga memberikan pandangannta. Dia menilai bahwa kasus tersebut sebenarnya sudah jelas duduk perkaranya. "Kok klien kami sebagai 30% pemegang saham dan komisaris tidak boleh melihat data keuangan dan tidak pernah mendapatkan laporan keuangan selama 4 tahun perusahaan berjalan. Dengan putusan ini saya menilai keadilan sudah ditegakkan di PN Jakarta Utara," ungkap Bryan.

Di persidangan sebelumnya, Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH menghimbau kepada PT FNS untuk memberikan Laporan Keuangan sebagaimana diminta oleh Pemohon. Karena itu merupakan hak pemohon selaku pemegang saham dan komisaris.

Menurut Hakim, hal seperti ini tidak semestinya terjadi karena merupakan hal sederhana dan seharusnya diselesaikan baik-baik dengan cara musyawarah untuk mufakat.

Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH dalam amar putusan menyatakan bahwa terhadap eksepsi Termohon PT FNS tidak dapat diterima. Dalam pokok perkara, hakim juga menjelaskan bahwa pemohon memiliki legal standing karena SAH merupakan pemegang saham 30%.

Hakim juga menyatakan bahwa Fakta Hukum dimana pemohon sudah memberikan surat permintaan tertulis dan pembahasan permintaan laporan keuangan di RUPS dan karena tidak adanya realisasi pemberian laporan keuangan maka Pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan keuangan kepada PN Jakarta Utara sebagai pemohon yang beritikat baik.

Hakim dan Pengadilan juga menyatakan bahwa Direksi PT FNS tidak melaksanakan kewajibannya dan perseroan telah melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan pemegang saham atau pihak lainnya dengan demikian bahwa permohonan pemohon Wajib Dikabulkan untuk seluruhnya.

Pengadilan akan menunjuk tim ahli untuk memeriksa laporan keuangan Termohon, dalam jangka waktu maksimal 90 hari setelah pengangkatan dan biaya pemeriksaan dan auditor harus dibayarkan oleh Termohon sebagaimana tertera dalam penetapan majelis hakim PN Jakarta Utara.

Pho Kiong dalam keterangan persnya kepada wartawan menyatakan dirinya puas karena permohonannya dikabulkan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH dan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan seluruh jajaran PN Jakarta Utara karena sudah adil menjunjung kebenaran dan haknya atas permintaan laporan keuangan perusahaan PT. FNS.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA