Kementerian KKP-GAIN Kampanye Susut Limbah Pangan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 22 Oktober 2020
share
 

Kementerian Kelautan dan Perikanan turut ambil bagian dalam aksi kampanye yang mendorong kesadaran masyarakat untuk mengurangi susut dan limbah pangan. Aksi dilakukan bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia pada bulan Oktober.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) yang turut menggandeng pemerintah dan lembaga aliansi lainnya.

Mengambil tema 'Tumbuh, Menutrisi, Mempertahankan, Bersama-Tindakan Kita adalah Masa Depan Kita' (Grow, Nourish, Sustain, Together- Our Actions are Our Future), peringatan Hari Pangan Sedunia diperingati dengan berbagai aksi yang telah dilakukan dalam mengatasi susut dan limbah pangan di Indonesia.

Acting Country Representative GAIN Indonesia, Agnes Mallipu menjelaskan, terjadinya pandemi Covid-19, selain menyebabkan dampak kesehatan dan ekonomi, juga menyebabkan semakin bertambahkan jumlah orang yang kelaparan.

Hampir 690 juta orang di dunia kelaparan. Jumlah ini bertambah 10 juta orang pada tahun 2019 dan diperkirakan akan meningkat sebesar 83-132 juta orang jika pandemi ini tidak dapat segera diatasi.

"Untuk mengatasi masalah ini, perlu upaya bersama untuk memperbaiki sistem pangan di dunia dan khususnya di negara kita, yang dapat memastikan tersedianya pangan bergizi yang terjangkau untuk semua dengan tetap menjaga kondisi lingkungan hidup dan memastikan keberlanjutan perekonomian masyarakat," ujar Agnes dalam keterangan tertulis.

Lanjut Agnes, transformasi sistem pangan membutuhkan langkah nyata, baik dari sistem produksi, penyimpanan dan transportasi, pengolahan dan gizi makanan, sistem pemasaran dan penjualan makanan, serta pola konsumsi makanan yang tepat dan tidak boros.

Salah satu komponen sistem pangan yang perlu diperbaiki adalah dengan mengurangi susut pangan (food loss) karena untuk negara-negara berkembang seperti negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, 90 persen kerusakan jumlah dan gizi makanan terjadi dari proses produksi hingga penjualan, sementara limbah makanan (food waste) hanya sekitar 10 persen.

"Semua pihak berperan penting dalam upaya perbaikan sistem pangan ini dan dapat menjadi pahlawan pangan (food hero) agar perilaku untuk untuk mengurangi susut makanan dapat menjadi kebiasaan dan berkelanjutan dalam pekerjaan dan kehidupan kita semua," ujar Agnes.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) ikut mendukung langkah dan aksi yang dilakukan GAIN dan Jejaring Pasca-Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak susut dan limbah pangan terhadap ketahanan pangan dan gizi (KPG) hingga pelosok nusantara.

"Sebagai pemegang dan pelaksana kebijakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung langkah yang dilakukan GAIN dan JP2GI yang peduli akan banyaknya susut dan limbah pangan yang tidak saja berdampak pada perekonomian masyarakat tetapi juga pada pemenuhan gizi masyarakat. Oleh sebab itu, kami berupaya melakukan pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Penguatan Edukasi Publik, Pengembangan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi dan Birokrasi, serta Transformasi Ekonomi yang telah dijabarkan ke dalam Tujuh Agenda Pembangunan (AP) RPJMN 2020-2024," ujar Direktur Jenderal PDSKP, KKP RI, Ir. Artati Widiarti, MA.

Pihaknya dikatakan Artati, berupaya menjalankan Program Prioritas (PP) Peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan dengan meningkatkan daya saing produk-produk kelautan dan perikanan kita yang bergizi tinggi dan cukup tersedia.

"Diharapkan Indonesia dapat mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk mengurangi susut dan limbah pangan hingga setengah dari angka saat ini," kata Artati.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA