KPK Bisa Ambil Alih Kasus PT PINS Dari Kejagung

IN
Oleh inilahcom
Jumat 23 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tak terpengaruh dengan penyelidikan Kejaksaan Agung yang menyasar PT Telkom dan anak usahanya PT PINS Indonesia.

Hal itu dilakukan pasca KPK memanggil dan meminta keterangan Eks Direktur Utama PT PINS Indonesia Slamet Riyadi beberapa waktu lalu.

"Proses penyelidikan itu bisa dilakukan aparat penegak hukum kepolisan kejaksaan dan KPK, Tetapi nanti ketika proses penyidikan salah satu sudah naik tentu yang akan dilakukan adalah koordinasi, seperti itu," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Ali menambahkan, proses penyelidikan yang dilakukan lembaga penegakan hukum seperti KPK, adalah untuk mengetahui persitiwa, bukan mencari tersangka.

Setelah mengetahui peristiwanya, barulah dicari ada tidaknya tindak pidana untuk bisa kemudian dinaikkan ke tahap penyidikan.

Kejagung diketahui telah lama melakukan penyelidikan terkait akuisisi saham Tiphone Mobile Indonesia oleh PT Telkom lewat anak usahanya PT PINS Indonesia. Namun hingga kini belum masuk penyidikan.

"Jadi tidak mungkin KPK melakukan penyidikan, kejaksaan penyidikan, kepolisian penyidikan misalnya dalam satu kasus yang sama," ungkapnya.

Saat disinggung apakah materi penyelidikan KPK sama dengan yang dilakukan Kejagung, Ali enggan membeberkan karena proses masih penyelidikan.

Namun Ali menegaskan pihaknya bisa saja mengambil alih kasus korupsi yang diusut aparat penegak hukum lain."Iya cuma ada syarat-syaratnya, itu di UU KPK yang bisa dilakukan KPK aparat penegak hukum lain tidak bisa, Kejaksaan tidak bisa ambil perkara dari sini (KPK), kepolisian tidak bisa, tetapi KPK bisa ambil alih, itu kelebihan KPK. Tapi kalau pelimpahan KPK bisa serahkan, mereka enggak bisa ambil alih," terangnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA