Ini Rata-rata Penurunan Omset Dampak Covid-19

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Dampak Covid-19 menyasar ke seluruh sektor termasuk sektor UMKM, pemerintah pun terus berupaya agar penggerak sektor perekonomian di Indonesia ini kembali tumbuh salah satunya dengan transformasi digital.

UMKM merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada 2018 sektor ini berkontribusi sebesar 60,34 % terhadap produk domestik bruto (PDB). UMKM juga menyerap 116 juta orang atau 97,02 % dari total pekerja di negeri ini. Namun krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap keberlangsungan sekitar 64 juta pelaku UMKM. Survei Bank Indonesia mencatat sebanyak 72,6 % usaha mikro kecil dan menengah terdampak pandemi Covid-19 mulai dari penurunan penjualan hingga kesulitan modal dan kesulitan bahan baku.


Rata-rata penurunan omset bahkan lebih dari 50%. Percepatan transformasi UMKM melalui digitalisasi diyakini menjadi salah satu kunci bagi upaya pemulihan ekonomi di tanah air.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan UMKM yang masih bertahan dan tumbuh berkembang adalah UMKM yang terhubung dengan digital market place online atau ekosistime digital.

Teten melanjutkan, pemerintah melalui kementerian Koperasi dan UKM mentargetkan 10jt UMKM akan terhubung dengan market place hingga akhir tahun 2020. Sayangnya sejumlah kendala masih dihadapi mulai dari banyaknya pelaku UMKM yang belum melek digital, kesulitan menggunakan fitur pada platform e- commerce, ketersediaan akses internet yang belum memadai hingga lebih dari 12rb desa yang belum terjangkau jaringan internet 4 G.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan COVD-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Raden Pardede menambahkan ditengah Pandemi Covid-19 kita telah menganggarkan sebesar 122 triliun untuk UMKM.

"Kita tahu bahwa sejak kita mengalami Covid-19 kita menganggarkan 122 triliun dan sampai sekarang itu realisasinya sudah mencapai sekitar 91 triliun yang sudah dialokasi kepada UMKM," tambahnya.

Bantuan tersebut akan diberikan kepada bank yang nantinya didistubusikan kepada pelaku usaha.


"Ada penempatan dana yang sangat signifikan diberikan kepada Bank-bank untuk kemudian bank tersebut menyalurkannya kepada UMKM kemudian juga ada Banpres produktif juga ada subsidi bunga kemudian ada penjaminan yang diberikan kepada kredit UMKM dan ada pembiayaan investasi, koperasi," ujarnya.

"Kemudian mereka akan difasilitasi dengan pemberian subsidi bunga seperti KUR, jadi dia akan ditandem itu program bantuan presiden produktif. Untuk yang lain-lain jumlahnya sangat besar, pelaku 64 juta UMKM ini belum semua dapat, namun pemerintah berusaha untuk mencoba sekuat tenaga untuk membantu terus UMKM dengan berbagai cara. Harapan kita UMKM ini harus bisa nantinya menjadi backbone ekonomi kita ke depan," tutupnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA