Bersih-bersih Sri Mulyani di Lapangan Banteng

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Memerangi praktik korupsi, suap atau penyelewengan keuangan di sebuah lembaga negara, bukan perkara mudah. Namun bukan berarti tak bisa.

Kepada media, Jakarta, Senin (26/10/2020), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbagi cerita ketika membersihkan lembaganya dari berbagai praktik kotor. Yakni praktik calo anggaran di Lapangan Banteng, sebutan untuk Kementerian Keuangan.

Sekitar 2003 dan 20014, kata Sri Mulyani, ketika Indonesia menerbitkan tiga paket Undang-undang (UU) baru yang sangat vital. Ketiganya yaitu UU Keuangan Negara, UU Perbendaharaan Negara, dan UU Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. "Ini titik awal reformasi perbendaharaan di Republik Indonesia," kata Sri Mulyani saat peluncuran buku Treasury Indonesia.

Reformasi terjadi karena adanya perubahan pada fungsi perbendaharaan atau treasury function. Dari semula di kementerian dan lembaga, menjadi satu pintu di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan. Itulah cikal bakal Ditjen ini.

Sri Mulyani kemudian masuk ke Kemenkeu pada 2005. Ia masuk saat UU Perbendaharaan baru mulai dijalankan. Tapi meski fungsi perbendaharaan sudah dialihkan ke Kemenkeu, kata dia, praktik buruk masih terjadi.

Saat itu, kata dia, Ditjen Perbendaharaan memiliki reputasi yang tidak baik. "Kalau lihat di kantor-kantor perbendaharaan, banyak yang antre bawa map, maka muncullah calo untuk bisa mencairkan anggaran," kata dia.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA