Pandemi COVID-19, Kredit Korporasi BCA Tancap Gas

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pelan tapi pasti, sektor bisnis mulai bangkit alias begerak menuju pemulihan. Ini ditengarai dari membaiknya serapan kredit korporasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2020), Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja memaparkan adanya kabar baik tersebut. Per September 2020, kredit bank papan atas ini mencapai Rp581,9 triliun.

Capaian ini memang turun 0,6% dibandingkan September 2019 (yoy). Bisa jadi karena permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemulihan. "Permintaan kredit dalam proses pemulihan sejalan dengan berlanjutnya pandemi yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Jahja.

Terkait kredit korporasi, Jahja memaparkan kabar baik. Lantaran adanya pertumbuhan positif yang menopang penyaluran kredit BCA secara keseluruhan, di tengah pelemahan kredit segmen lainnya. Di mana, kredit korporasi mencapai Rp252 triliun, atau tumbuh 8,6% (yoy). Sedangkan kredit komersial dan UKM turun 4,9% (yoy) menjadi Rp182,7 triliun.

Sementara pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,1% (yoy) menjadi Rp89,3 triliun dan KKB turun 19,3 (yoy) menjadi Rp38,6 triliun.
Untuk saldo outstanding kartu kredit turun 18,5 persen (yoy) menjadi Rp10,9 triliun sehingga total portofolio kredit konsumer menjadi Rp141,7 triliun atau turun 9,4 persen (yoy).

Dari total portofolio kredit, sekitar 20 persen atau Rp114 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan dalam rangka mendukung impelementasi Enviromental, Social, and Governance (ESG) dan komunitas UKM.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menyatakan, estimasi pertumbuhan kredit korporasi tahun ini tidak berubah yaitu di kisaran 10 persen sampai 12 persen. "Pertumbuhan kredit korporasi tahun ini tetap menjadi driver pertumbuhan. Sembilan bulan target tumbuhnya 9 persen. Untuk full year estimasinya di kisaran 10 persen sampai 12 persen," katanya.

Vera menuturkan untuk segmen lain diperkirakan menurun dibandingkan tahun lalu sesuai dengan kondisi saat ini termasuk kredit konsumen.
Kredit konsumen yang sepanjang sembilan bulan pertama pada 2020 turun sebesar 9,4 persen diprediksikan secara tahunan tumbuh sekitar 12 persen sampai 14 persen. "Ini bisa dimengerti karena demand terhadap KPR maupun terhadap mobil itu belum pulih dibandingkan sebelumnya," katanya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA