Kabar Demo di Hari Sumpah Pemuda KAMI "Disinggung"

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 Oktober 2020
share
Aksi massa protes menolak UU Omninus Law Cipta Kerja, di Jakarta Pusat 8 Oktober 2020

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengaku mendengar ada desas-desus, adanya kelompok oposisi ingin kembali melakukan aksi protes menolak UU Omninus Law Cipta Kerja pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.

"Aksi massa itu memang bagian dari partisipasi politik dalam demokrasi. Namun, hindari anarkisme sebagaimana dalam aksi 8/10 dan 13/10 pada paruh pertama bulan ini. Semua itu tidak mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi dan hanya merusak citra kaum muda sendiri," kata Boni, Senin (26/10/2020).

Boni meminta, para ormas dan kelompok oposisi seperti Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), sebaiknya mengimbau para anggota dan simpatisannya untuk melakukan peringatan sumpah pemuda dengan cara yang lebih elegan dan tidak mengganggu kepentingan umum.

"Kalau memang betul ada agenda turun ke jalan pada 28 Oktober 2020, rancanglah suatu aksi protes yang lebih cerdas dan damai, bukan aksi brutal dan anarkis. Tunjukkan bahwa KAMI benar-benar ingin mengambil bagian di dalam proyek membangun bangsa dan negara meski melalui jalan yang berbeda," tuturnya.


Menurut Boni, berbeda itu normal, tetapi menabrak norma dan hukum yang berlaku hanya supaya kelihatan berbeda itu tidak normal.


"Pemerintahan dalam sistem demokrasi membutuhkan kritik dan evaluasi dari oposisi. Maka, peran masyarakat sipil harus menonjol dalam memberikan evaluasi, tetapi dengan cara-cara yang tidak melawan hukum supaya tidak kontraproduktif," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA