Bea Cukai Pulau Jawa Tekan Peredaran Rokok Ilegal

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta Bea Cukai Malang Kembali menggencarkan operasi pemberantasan rokok ilegal di wilayah Malang-Raya dan berhasil mengamankan sebanyak 725.000 batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) tanpa dilekat pita cukai, pada Rabu (21/10) di Dusun Glendangan, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Latif Helmi, menjelaskan kronologi penindakan yang berawal dari petugasnya yang sedang melaksanakan operasi pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kecamatan Tumpang berdasarkan informasi yang diberikan oleh masyarakat. "Petugas kemudian mendapatkan sebuah bangunan di Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yang menyimpan rokok jenis SKM batangan yang diduga berasal dari tindak pidana di bidang cukai yang tidak dikemas dalam penjualan eceran dan tidak dilekati pita cukai," jelasnya.

Latif mengungkapkan, dari hasil operasi tersebut ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp329.875.000. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penelitian lebih lanjut di Kantor Bea Cukai Malang. "Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran ketentuan di bidang cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran rokok ilegal dan menciptakan iklim usaha yang sehat dengan terus memberantas peredaran rokok ilegal," tegas Latif.

Selain upaya dalam penegakan hukum, Bea Cukai Malang bersinergi bersama instansi terkait dalam menekan peredaran rokok ilegal juga sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan pengguna jasa di beberapa Kecamatan.

"Kami harap masyarakat dapat turut serta mengawal dan berjalan seirama dengan ketentuan yang ada karena nantinya pungutan cukai akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT)," ujar Surjaningsih, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang.

Selain Bea Cukai Malang, beberapa Kantor Bea Cukai lainnya di wilayah Jawa juga melakukan berbagai upaya dalam menekan peredaran rokok ilegal, diantaranya sinergi dengan Pemda dan aparat penegak hukum untuk memberikan edukasi melalui sosialisasi rokok ilegal kepada pelaku usaha hingga masyarakat umum.

Salah satunya, sinergi Bea Cukai Bojonegoro juga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban untuk lebih memperkenalkan fungsi cukai, dalam menekan peredaran rokok ilegal.

Selain itu, sinergi juga digencarkan oleh tim yang terdiri dari Bea Cukai Banyuwangi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, serta Satpol PP, pada Rabu (21/10) hingga Jumat (23/10) melakukan pemeriksaan serta penyuluhan terkait rokok ilegal.

Masih dari wilayah Jawa, Bea Cukai Gresik turut melaksanakan sosialisasi rokok ilegal dan Operasi Pasar bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gresik, selama 4 hari berturut-turut pada tanggal 19-20 Oktober 2020 di Kecamatan Sangkapura dan 21-22 Oktober 2020 di Kecamatan Tambak.

Tidak hanya kepada pelaku usaha, sosialisasi juga digelar oleh Bea Cukai Malang dan Bea Cukai Tasikmalaya di wilayah berbeda, untuk memberi pemahaman kepada pengguna jasa di bidang cukai. Pada Kamis (22/10), Bea Cukai Tasikmalaya bersama Disperindag ESDM Kabupaten Garut dalam acara festival Industri Tembakau Garut 2020, memberikan edukasi terkait cukai kepada Kelompok Petani Tembakau, Paguyuban Pengusaha Tembakau Iris Garut, Komunitas Paduder dan Instansi Pemerintah yang diundang.

Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya, Indriya Karyadi, menyampaikan acara ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing tembakau Garut agar lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional. "Bea Cukai Tasikmalaya tidak pernah berhenti untuk membina para pelaku usaha cukai khususnya di wilayah Priangan Timur," ujarnya.

Diharapkan, wilayah Jawa dapat menjadi wilayah yang bersih dari peredaran rokok ilegal sehingga mampu memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat serta dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA