Penangguhan Penahanan Gus Nur? Ini Respon Polri

IN
Oleh inilahcom
Selasa 27 Oktober 2020
share
Sugi Nur Raharja alias Gus Nur

INILAHCOM, Jakarta - Polri mempersilakan pihak yang keberatan dengan penahanan tersangka Sugi Nur Raharja alias Gus Nur menempuh jalur hukum dengan mengajukan praperadilan.

"Baik tersangka, keluarga maupun kuasanya bisa mempraperadilankan Kepolisian. Selama ini Kepolisian sudah melaksanakan tugas secara profesional," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Sementara terkait penangguhan penahanan, Awi menuturkan bahwa hal tersebut juga boleh diajukan pihak kuasa hukum. Dikabulkan atau tidak, tergantung penyidik.

"Terkait penangguhan penahanan, silakan saja mengajukan. Namun itu merupakan hak prerogatif penyidik untuk menyetujui atau tidak," tutup dia.

Diketahui, Gus Nur ditangkap di kediamannya, di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020). Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Hal ini menyusul adanya pelaporan ke Bareskrim Polri, oleh salah satunya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim pada (21/10/2020).

Selain Azis Hakim, PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri atas tuduhan yang sama. Gus Nur dianggap melecehkan NU dalam sebuah video wawancara bersama Refly Harun. Video tersebut diunggah di salah satu kanal YouTube pada 16 Oktober 2020.

Gus Nur dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA